“Sektor bisnisku tertekan kebijakan pemerintah, jadinya sepi dan terus merugi,” ucap seorang teman bisnis saya.
“Kamukan dulu memulai dari nol, mengapa malah kini risau dengan keadaan?” tanya saya.
Sahabat!!!
Apapun yang Anda punyai sekarang, baik ilmu, keterampilan atau harta. Pasti bermula dari ketiadaan. Jika itu warisan maka orang sebelum Anda yang memulai.
Jadi, saat kita telah memilikinya, baik banyak maupun sedikit. Itu menjadi modal terbaik Anda. Bahwa ada kendala atau tantangan. Itu adalah proses alamiah saja. Yang namanya hidup mana pernah sesuai dengan hayalan kita.
Nah, dalam proses itu kita sering mengalami kemunduran atau merugi. Jika kita sampai di titik ini. Apakah kita berhenti dan menangisinya? Itu konyol dan pasti membuat Anda jatuh.
Tamsil hidup kita seperti bersepeda. Seburuk apapun jalan Anda wajib mendayung. Jika tanjakan terlalu tinggi atau terjal. Anda harus turun dengan menuntun sepeda. Jika berhenti Anda tidak sampai ke tujuan. Memaksa mendayung Anda bisa jatuh, kesakitan. Maka tujuan jadi jauh dan lama.
Sebuah bisnis yang sedang tertekan. Atau karier yang menyempit. Maka tugas Anda membuka cakrawala. Anda harus berinovasi. Anda harus lebih kreatif. Memanfaatkan value yang ada. Bisa jadi linier dengan bisnis sebelumnya. Atau malah memilih bisnis baru.
Anda harus melihat baik-baik. Apa kendala dan salah di bisnis Anda. Perbaiki dan cari formula baru. Cari celah-celah lain untuk survive. Perbanyak diskusi dan belajar.
Hidup bukan hanya untuk mencapai sukses. Tapi tentang bagaimana Anda dapat menjaga keberlanjutan. Tentang bagaimana Anda terus tumbuh dan berkesinambungan.
Tak ada yang mudah. Jika Anda pernah mencapai titik itu. Mengapa tidak Anda terus bergerak. Sampai titik darah penghabisan. Dan semangat![]




