LHOKSUKON – Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Lhoksukon melakukan tanam padi perdana yang diberi nama Farmer Fild Day atau Hari Temu Lapang di sawah demplot Gampong Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis 7 Januari 2016.

“Dana sawah demplot Rp 3,5 juta ini bersumber dari APBN 2015. Itu nilai yang sangat sedikit, mengingat untuk harga sewa lahan saja mencapai Rp 5 juta. Sementara kekurangan dana ditutupi secara patungan,” kata Kepala BP3K Lhoksukon, Syamsiah SP kepada portalsatu.com.

Ia menyebutkan, sistem pola tanam dilakukan secara jajar legowo 2:1 dengan varietas unggul (chiherang super). Percontohan demplot sengaja dilakukan di lahan BP3K agar dapat terinformasikannya teknologi pertanian terapan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.

“Nantinya kami juga akan melakukan bina padi dengan memelihara 1.000 bibit ikan nila di sawah seluas 800 meter. Kami harap program ini dapat meningkatkan ekonomi petani dengan memperoleh dua manfaat, panen padi sekaligus ikan,” ujar Syamsiah.[]