BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggelar rapat teknis persiapan untuk simulasi kesiapsiagaan menanggapi bencana yang akan dilaksanakan Hari Rabu, 26 April 2017 mendatang.

Mukhsin Syafii, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBA mengatakan, rapat yang mereka laksanakan membahas tentang Standard Operating Procedure (SOP) pada saat simulasi dilakukan.

“Hari ini sedang membahas agak lebih teknis tentang bagaimana membunyikan sirine. Jadi SOP yang sudah ada sesuai dengan sistem yang sudah ada. Bagaimana supaya waktu pada saat kita bunyikan tepat pada pukul 10.00 WIB (26 April 2017), itu diberitahu berbunyi. Dan siapa dan berbuat apa di sini betul-betul kita sepakati bersama,” kata Mukhsin.

Adapun simulasi yang akan digelar nanti dikatakan Mukhsin dimulai dari informasi BMKG kemudian, BPBA menerima informasi yang kemudian selanjutnya diberi peringatan dengan melalui sirine sebagai bentuk pemberitahuan kepada masyarakat.

“Karena kondisi gempa dan Tsunami itu mempunyai golden time-nya 10 menit. Dalam waktu 10 menit itu, Pusdalop sebagai legistimasi dari mengaktifkan sirine dapat bekerja dan memfungsikan sirine tersebut,” kata Mukhsin.

Mukhsin mengatakan, kegiatan simulasi ini nantinya melibatkan partisipasi masyarakat dengan sukarela, sekaligus menambah pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan ketika bencana datang.

“Kita menggerakkan seluruh kekuatan yang ada, sifatnya dan prinsipnya adalah partisipatif dan mandiri. Jadi tidak ada biaya, jadi sedikitpun tidak ada mengeluarkan biaya. Ini suatu memontum bahwa, selama ini kita setelah terjadinya Tsunami, masyarakat mungkin agak sedikit, begitu mengetahui ada bencana banyak orang-orang lain yang akan membantu,” kata Mukhsin.

“Tsunami yang begitu cepat datang, itu kunci keselamatannya ada pada diri sendiri. Selamatkan kita pertama, kemudian keluarga, kemudian sekitarnya. Sesuai dengan survey yang ada, itu keselamatan 90% berada pada diri sendiri, kemudian keluarga, dan tetangga, lain ada juga,” katanya lagi.

Ada beberapa tempat yang menjadi titik evakuasi yang dibagia ke dalam dua bagian lokasi evakuasi dikatakan Mukhsin, pertama gedung evakuasi yang telah disediakan oleh pemerintah dan kedua beberapa tempat evakuasi akhir.

“Titik evakuasi yang pertama, kita sudah menyediakan yang namanya gedung evakuasi. Sebenarnya itu tidak cukup, tetapi itu minimal bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang tidak sempat dalam waktu kritis tadi untuk menyelamatkan diri,” kata Mukhsin.

“Kita sudah sediakan lokasi kita di Stadiun Lhong Raya, itu kekuatan atau titik evakuasi akhir. Kemudian di TVRI, itu juga titik akhir, kemudian di Blang Bintang itu titik-titik akhir. Museum Tsunami, kemudian di Gampong Pie, kemudian di Lambung, kemudian di Deah Geulumpang, Alue Deah Teungoh. Kapasitasnya 1000-2000 orang,” katanya lagi.

Radius suara dari sirine yang akan dihidupkan pada saat simulasi kesiapsiagaan bencana tanggal 26 April nanti, diperkirakan kekuatannya mencapai 700-900 meter. Adapun enam lokasi serine yang akan dihidupkan yakni, di Kantor Gubernur, Kajhu, Lampulo, Blang Oi. Peukan Bada Lam Awe, dan Lhok Nga.[]