LHOKSUKON – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara meminta masyarakat di 16 kecamatan rawan banjir agar tetap siaga dan waspada, mengingat saat ini memasuki musim hujan. Selain itu, meski tidak sedang hujan, masyarakat juga diminta waspada banjir kiriman imbas hujan di kawasan Bener Meriah.

“Sekarang ini masyarakat harus waspada, terlebih bagi yang tinggal di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Walau tidak hujan, imbas kiriman dari Bener Meriah juga harus diwaspadai. Jangan lalai, karena air kiriman itu bisa mengakibatkan banjir bandang dan datangnya air bah dari Paya Bakong. Paling penting adalah anak-anak dan orang tua yang harus dipantau dan dijaga,” ujar Kepala BPBD Aceh Utara, Munawar, kepada portalsatu.com/, Jumat, 12 Oktober 2018.

Menurut Munawar, terdapat 16 kecamatan yang rawan banjir di Aceh Utara. Yakni Kecamatan Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timu, Tanah Luas, Cot Girek, Paya Bakong, Kuta Makmur, Sawang, Nisam, Baktiya, Baktiya Barat, Tanah Jambo Aye, Nibong, Bandar Baro, Samudera dan Langkahan. Namun, kondisi terparah biasanya terjadi di Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timu, Samudera dan Langkahan.

Selain banjir, Munawar juga mengimbau agar masyarakat mewaspadai bencana alam lainnya seperti angin puting beliung dan longsor selama musim hujan. Munawar menyebutkan, saat ini pihaknya juga siaga dan apabila terjadi bencana akan langsung berkoordinasi dengan TNI, Polri, Tagana, dan instansi terkait.

“Kita harap masyarakat tetap waspada banjir hingga Januari 2019 mendatang. Terkait tanggul jebol di Gampong Kumbang, Km VII, Lhoksukon, itu sudah kita tangani secara darurat. Kita harapkan pengerjaannya bisa bertahan hingga proses pengerjaan pemanen oleh Dinas PUPR Aceh Utara. Kita juga sudah sampaikan keluhan menyangkut tanggul dan meminta agar segera ditanggani,” pungkas Munawar.[]