BLANGKEJEREN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues berkeinginan bisa memacu pendapatan masyarakat melalui pembangunan Bendungan Tungel di Kecamatan Rikit Gaib. Bendungan yang sedang dikerjakan PT Asia Karya Tehnik itu diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar.
Suhaidi, Kepala BPBD Gayo Lues melalui Mhd. Saleh. M. S.E., Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD, Senin, 12 Juli 2021, malam, mengatakan ada beberapa manfaat yang akan dirasakan masyarakat ketika bendungan selesai dibangun. Salah satunya bisa memanfaatkan puluhan hektare lahan yang selama ini tidak berfungsi akibat tak ada air.
“Kemudian warga juga bisa membuat kolam, bisa memelihara ternak, dan bisa memanfaatkan bendungan sebagai tempat wisata pemandian. Dan saat itu tiba nantinya, maka Bendungan Tungel kita harapkan bisa memacu peningkatan ekonomi warga,” kata Saleh di kota Blangkejeren.
Air bendungan yang dibangun dengan anggaran Hibah Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB senilai Rp22,8 miliar itu, kata Saleh, akan menuju persawahan atau lahan warga Desa Penomon, Tungel, Tungel Baru dan sebagian kecil Desa Rempelam. Lahan yang selama ini tidak bisa difungsikan dengan otomatis bisa dibajak atau dibuat kolam ikan.
“Bendungan itu airnya akan mengalir di kanan dan kiri bendungan, itu sesuai dengan apa yang pernah dibuat warga 12 tahun silam untuk mengaliri air persawahan. Di mana warga secara bergotong rotong menyekat air dengan manual supaya air naik ke areal persawahan, dan di titik itulah yang kita bangun bendungan sekarang setelah melalui kajian,” jelasnya.

(Deputi Rehabilitasi BNPB saat meninjau pembangunan Bendungan Tungel. Foto: istimewa)
Jika tidak ada hambatan, Bendungan Tungel akan selesai pada Oktober 2021 sesuai kontrak pekerjaan, dan pada November, air bendungan tersebut sudah bisa dinikmati masyarakat setempat. Baik untuk mengaliri persawahan, kolam, menjadikan tempat peternakan, dan sudah bisa menjadikan Bendungan Tungel menjadi objek wisata.
“Kami juga sudah mengusulkan ke BNPB agar Desa Uyem Beriring Tripe Jaya, dan Desa Pepelah Kecamatan Pining direlokasi, begitu juga dengan daerah-daerah yang terdampak bencana, kami mengusulkan ada bantuan dari BNPB yang sifatnya bisa meningkatkan ekonomi warga,” ujarnya.
Ia berharap dengan ditinjaunya Bendungan Tungel oleh Deputi Rehabilitasi BNPB beberapa hari lalu bisa berdampak positif untuk Kabupaten Gayo Lues, dan ke depan bisa menambah bantuan sesuai dengan yang diajukan BPBD untuk penanggulangan bencana di Kabupaten Gayo Lues.
“Kepada pihak rekanan, kami meminta agar menjaga kualitas pekerjaan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat hingga berpuluh-puluh tahun ke depan, dan untuk akuntabilitasnya, BPBD meminta pendampingan/pendapat hukum dari Kejaksaan Negeri Gayo Lues dan BPKP Perwakilan Aceh,” katanya supaya bendungan itu menghasilkan kulitas yang baik.
Sementara Direktur PT Asia Karya Tehnik Bukhari Sopianto alias Pilif, mengatakan pihak perusahaan akan berusaha menjaga kualitas pekerjaan, sehingga ke depan tidak menimbulkan masalah.
“Kami akan berusaha sebaik mungkin menjaga kualitas pekerjaan. Dengan harapan bisa dinikmati masyarakat dalam jangka waktu lama,” ucapnya.[](AS/*)

(Mhd. Saleh dan Bukhari Sopianto alias Pilif di lokasi proyek pembangunan Bendungan Tungel. Foto: istimewa)






