SABANG – Badan Pengusahaan Kawasan Perdangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) melakukan kerja sama studi pengembangan kawasan Sabang dengan Rites The Infrastructure People, salah satu perusahan yang ditunjuk Pemerintah India untuk menangani bidang infrastruktur pelabuhan dan pengembangan kawasan.

Penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) tersebut ditandatangani Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain dan Direktur Projek Rites V.G. Suresh Kumar, di Museum Sabang, Sabtu (26/3).

Turut hadiri Duta Besar India untuk India Manoj Kumar Bharti beserta tim Konsulat Jenderal India Medan, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Basilio Dias Araujo, Walikota Sabang Nazaruddin, Kajari Ssbang, Staf Khusus Gubernur Aceh Iskandar Jamal, tim dari Kementerian Luar Negeri.

Kepala BPKS didampingi Wakil Kepala T. Zanuarsyah, Deputi Komersil dan Investasi Erwanto, Deputi Tekbang Azwar, Deputi Pengawasan Zamzami, Ketua Dewan Pengawas Mawardi Ismail, dan Direktur Promosi dan Kerja sama Maya Safira.

Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnain menyampaikan rasa terima kasih kepada tim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal yang dipimpin Basilio Dias Araujo yang telah memfasilitasi untuk memastikan kelanjutan kerja sama antara BPKS dan RITES, salah satu perusahaan milik Pemerintah India. Juga kepada Dubes India Manoj Kumar Bharti beserta tim dari Konsulat Jenderal di Medan.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan yang sangat besar dari Gubernur Aceh, dan sahabat tercinta Walikota Sabang, serta tim Dewan Pengawas, kata Iskandar.

Impian Sabang untuk memiliki pelabuhan hubungan trans shipment telah dimulai sejak 20 tahun lalu, namun masih mendapatkan berbagai kendala. Maka, dengan hasil tandatangan MoU ini, saya berharap akan membuka jalan untuk mewujudkan mimpi yang telah lama tertunda dan sekarang bisa menjadi kenyataan, harap mantan Vice President PAG ini.

Di sisi lain, Iskandar menyampaikan bahwa BPKS memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan. Apalagi, Sabang mempunyai tempat wisata bahari untuk menyelam di kawasan Iboih, yang merupakan terbaik di kawasan Asia Tenggara.

Pantai dan alam Sabang yang masih asri dan indah telah mampu menarik banyak yachter dan kapal pesiar mancanegara, tentunya sangat dibutuhkan dukungan lainnya seperti kapal pesiar jenis marina, imbuhnya.

Nol kilo meter Indonesia, dimulai di Sabang. Kami memvisualisasikan memeliki theme park yang bisa difungsikan sebagai wadah destinasi keluarga berakhir pekan. Setiap tahun sebelum pandemi, delapan ratus ribu pengunjung masuk ke Sabang, urai Kepala BPKS.

Sekitar tahun 1980-an, beberapa perusahaan internasional di sektor perikanan mendirikan perusahaannya di Sabang, bahkan bekerja sama dengan BUMN Indonesia, seperti Taiwan, Jepang dan China. Kerja sama sentra ini berkapasitas sold storage 700 ton, kami ingin mengulangi kembali sejarah ini, kenang Iskandar.

Sementara Duta Besar India untuk Indonesia Manoj Kumar Bharti dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangga kepada Pemerintah RI, Aceh dan BPKS Sabang dengan telah berhasil mewujudkan cita-cita ini.

Bharti menguraikan, upaya kerja sama ini telah dirintis sejak dua tahun lalu, ini merupakan langkah maju antara kedua belah dalam melakukan pengembangan kawasan Sabang ini. Dengan telah sukses tahap ini, maka ke depan harus lebih sukses sehingga keseluruhan impian kita juga semakin nyata, harapnya.

Bharti akan berusaha unruk mempromosikan Sabang ke India, terutama perusahaan-perusahan yang ada di New Delhi dan kota-kota besar lainnya di negara.[](ril)