MALANG Anggota Satlantas Polres Malang Kota Bripka Seladi mempunyai pekerjaan sampingan yang tak biasa. Yakni ia memilih menjadi pemulung.
Dengan hasil memulung, ia bahkan bertekat memasukkan anaknya, Dimas untuk ikut pendidikan polisi. Ia pun meminta anaknya didoakan agar lulus.
Cita-citanya (anak saya) ingin menjadi polisi dan sekarang sudah daftar. Mohon doanya agar bisa lulus dan menjadi polisi yang jujur, kata Seladi yang mengaku tidak punya dekungan atau orang dekat baik pejabat maupun polisi.
Seladi sendiri sudah delapan tahun menjadi pemulung. Ia yakin dengan hasil memulung, anaknya bisa jadi polisi yang jujur. Sebab hasil memulung merupakan penghasilan yang halal.
Yang penting tidak menyalahi aturan dan tidak mengganggu teman. Cari yang halal dan barokah agar anak-anak saya sukses, tuturnya sembari memilah sampah.
Setelah pensiun
Pekerjaan menjadi pemulung itu, ia pilih karena sambil ingin membersihkan lingkungan. Awalnya itu ia lakukan di sekitar tempat kerjanya. Namun kini berlanjut ke daerah lain di sekitar tempat tinggalnya.
Seladi mengatakan, dulunya rekan-rekannya mencibir. Namun ia tak peduli, karena pekerjaan sampingan tersebut ia nilai bukan pekerjaan tercela. Saya ya cari sampingan dengan sampah ini, ujarnya.
Selain menjadikan sebagai usaha sampingan, pekerjaan ini juga disiapkan untuk masa pensiun agar ada kesibukan dan menambah penghasilan.
Meski berjibaku dengan sampah hampir setiap hari, dirinya mengaku sehat-sehat saja dan tidak menderita penyakit serius. Setiap hari antara Rp25 ribu hingga Rp 50 ribu bisa dihasilkannya dari sampah.[] Sumber: okezone.com

