JAKARTA Sebuah buku yang merupakan kisah dari perjalanan hidup para dokter Malaysia, berjudul: Diagnosis, diluncurkan di Ruang Cenderawasih, Arena Expo Interternational Book Fair 2016, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Sabtu, 1 Oktober 2016 pukul 14.00 WIB. Buku terbaik MPH 2014 serta 2015 ini turut merupakan buku terlaris di Malaysia, yang terjual lebih dari 100.000 copy.
Ketua Panitia Penerjemahan Buku Diagnosis Indonesia, dr. Nabieh Rahmat mengatakan, buku ini merupakan buku penting yang memberikan inspirasi kepada masyarakat luas. Buku ini menceritakan tentang seluk-beluk dan dinamika profesi dokter, dalam menjalankan profesinya untuk kemanusiaan.
“Buku ini ditulis oleh para dokter di Malaysia, tentang hal-hal inspiratif yang mereka lewati setiap hari ketika melaksanakan amanah profesi, ujar Dokter Nabieh.
Berbagai peristiwa dan situasi menarik sehari-sehari, menurut Nabieh, terekam dalam buku ini. Dia juga mengatakan buku ini sangat menginspirasi.
“Karena itulah, kita mau berbagi, agar masyarakat Indonesia juga dapat menikmatinya. Buku ini mengonfirmasi banyak hal, salah satunya adalah, bahwa dokter juga manusia, ujar alumnus Fakultas Kedoteran Universitas Trisakti ini tersenyum.
Menurut dr. Nabieh, dokter adalah profesi mulia yang nyaris tanpa jam kerja jelas. Dokter bekerja hampir 24 jam sehari, mereka ada setiap saat dibutuhkan untuk membantu pasien secara kemanusiaan.
Tujuan kita menerjemahkan buku ini ke edisi Indonesia, agar menjadi bacaan bagi para dokter, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas agar lebih respect terhadap profesi dokter.
Selama ini, kata Nabieh, banyak mahasiswa asal Indonesia menimba ilmu di Malaysia dan sebaliknya, banyak orang Malaysia belajar ilmu kedokteran dan ilmu-ilmua lainnya di sini. Buku ini juga diharapkan semakin merekatkan hubungan antara warga Malaysia dan Indonesia.
Ini bagus untuk mempererat silaturrahmi melalui literasi, katanya.
Peluncuran buku Diagnosis versi Indonesia berlangsung Sabtu siang dengan menghadirkan pembicara dari Indonesia dan Malaysia. Para pembicara antara lain, dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA (Ahli anak), dr. Mafeitz (Ahli Anastesi), dr Mahyuddin (Ahli Ortopedi), dan Maman Suherman (Jurnalis). Selain itu, panitia juga mengundang Duta Besar Malaysia di Jakarta, para sastrawan, aktivis, dokter dan mahasiswa.[]




