Karya Taufik Sentana*

Bilangan rindu
yang menjelma utuh
bagi jiwa jiwa yang mencari.

Bulan penuh
bagai takjub yang tersingkap
dari balik kehambaan diri
yang khusuk dan ridha.

Dan selepas itu
bulan yang penuh
kembali sepi sendiri
dalam jumpa rahasia
untuk musim yang beda.

Dari tirai tangis dan tawa
atau canda dan derita
selalu ada kisah bulan penuh
bagi jiwa yang berlomba
ke puncak maqamnya.[]

*Peminat sastra sufistik
dari “Kumpulan Taman Penyubur Jiwa”