Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaBupati Aceh Tengah...

Bupati Aceh Tengah Salurkan Bantuan Gubernur untuk Korban Kebakaran dan Longsor

TAKENGON – Bupati Aceh Tengah H. Nasaruddin menyalurkan bantuan dari Gubernur Aceh untuk korban kebakaran di Kampung Wih Bakong Kecamatan Silih Nara, dan untuk korban tanah longsor di Kampung Persiapan Hakim Kecamatan Lut Tawar.

“Kebetulan waktu mendengar informasi adanya kebakaran dan tanah longsor, kami sedang bertemu dengan Pak Gubernur,” ujar Nasaruddin yang akrab disapa Pak Nas ketika meninjau lokasi bencana, Minggu, 19 Juni 2016.

Menurut Pak Nas ketika melihat gambar bencana kebakaran dan tanah longsor yang terjadi di Aceh Tengah, Gubernur merasa prihatin dan spontan menyatakan membantu korban.

“Pak Gubernur tidak bisa langsung menyerahkan bantuan, karena padatnya agenda di Banda Aceh,” ujarnya.

Bantuan Gubernur berupa sandang dan pangan selama kebutuhan darurat, termasuk juga sejumlah dana santunan untuk korban rumah terbakar dan tanah longsor.

Pak Nas turut mengajak masyarakat untuk membantu korban yang tertimpa musibah, terlebih di bulan Ramadan dan menjelang hari Raya Idul Fitri yang sangat membutuhkan bantuan.

Kebakaran di kampung Wih Bakong, seperti dilaporkan oleh Camat Silih Nara, Masrizal Edy terjadi sekira pukul 14.00 WIB usai waktu salat Jum'at, 17 Juni 2016 menyebabkan 7 rumah rusak berat dan 6 rumah terkena imbas.

Menurutnya api menjalar sangat cepat, walaupun satuan pemadam kebakaran meluncur tidak terlalu lama, dan bantuan darurat juga sudah disampaikan kepada korban di malam harinya.

“Anggota keluarga korban yang mengungsi berjumlah 20 orang untuk sementara menginap di rumah tetangga dan rumah saudara,” katanya.

Tujuh keluarga yang rumahnya rusak berat di antaranya Nurdinah, Ramli, Syadikin, Ismail, Iwan taufika, Saamat dan Azhar Putra. Sedangkan rusak sedang rumah keluarga Azhar, dan terkena imbas di antaranya keluarga Ibnu yamin, Iskandar, Mustapa, Zam zami, dan Ilwin.

Sementara Camat Lut Tawar, Sarwa Jalami mengatakan musibah tanah longsor di wilayahnya terjadi sekira pukul 6 pagi, Jumat, 17 Juni 2016.

“Ada 3 rumah terkena dampak langsung runtuhan tanah, tidak ada korban jiwa dan untuk sementara keluarga korban mengungsi ke rumah keluarga dan tetangga,” ujar Sarwa. Tiga keluarga yang rumahnya terkena longsor yaitu Argunara, Hamka dan Uswah.[](ihn)

Baca juga: