TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menerima rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) Kategori Pelestarian Tari Tradisional Saman 10.001 penari.

Penghargaan itu diserahkan Andrey Purwantono dari MURI dan diterima langsung Bupati Gayo Lues H. Ibnu Hasyim, didampingi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, serta sejumlah pejabat dari kementerian terkait.

Ibnu Hasyim menjelaskan, rekor yang diterima kabupaten Gayo Lues kali ini merupakan wujud dari kepedulian masyarakat terhadap seni Saman.

“Ini artis,” kata bupati Ibnu Hasyim. “Rekor MURI itu merupakan milik seluruh rakyat Gayo Lues.”

Melalui tari Saman ia juga berharap agar menjadi even pemersatu bangsa. Ke depan Ibnu Hasyim juga meminta agar Pemerintah Pusat dapat mengalokasikan anggaran rutin untuk pelaksanaan tari Saman berikutnya.

Dalam laporannya, Ibnu Hasyim juga mengatakan, penari yang hadir dalam pentas di Lapangan Seribu Bukit siang tadi berjumlah 12.662 orang dari semula diprediksi berjumlah 10.001 penari.

“Ini wujud kepedulian masyarakat Gayo Lues terhadap tari Saman,” ujarnya.

Peserta yang tampil pada even tari massal kali ini katanya, juga berasal dari empat kabupaten yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara dan Gayo Lues.

Acara yang dibuka oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf itu dimulai pukul 10:30 WIB, Minggu, 13 Agustus 2017.

Turut hadir dalam acara itu Pamuji Lestari (Asisten Deputi Urusan Warisan Budaya Kementerian Koordinator PMK RI), Wijanarko Setyawan (Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Kawasan Strategis Dan Khusus Kemenko PMK RI), Haris Djayati (Kepala Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman Kemenko PMK RI), Gauran Mancacarita Dipura (Staf Analisis dan Substansi Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK/Perwakilan Penilai Dari Unesco), Moon Cahyadi (Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Khusus Kemenko PMK RI), Panca Dewi Setyarini (Kasubid Pemukiman dan Transmigrasi Kemenko PMK RI), dan Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya.[]