BLANGKEJEREN – Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., akan menonaktifkan (copot) pejabat yang tidak pernah hadir ke posko banjir dan longsor agar ada efek jera. Pernyataan itu disampaikan Bupati saat rapat dengan Kepala SKPK, Selasa malam, 2 Desember 2025.
“Kepala SKPK yang tidak pernah hadir akan dinonaktifkan malam ini, mohon segera dibuatkan suratnya, Pak Sekda,” kata Bupati Suhaidi didampingi Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, Dandim 0113/GL, dan Kapolres Gayo Lues.
Selain menonaktifkan pejabat yang tidak pernah ke posko dan tak aktif membantu masyarakat terdampak banjir dan longsor, Bupati Suhaidi juga akan menarik mobil dinas SKPK yang tidak pernah dibawa ke pendopo untuk mengantar logistik pengungsi.
“SKPK yang tidak mau menyerahkan mobil dinasnya yang sangat kita butuhkan untuk mengantar logistik, kita akan jemput paksa. Kalau tidak dikasih, kita akan minta pengawalan anggota TNI dan Polri,” kata Bupati Suhaidi.
Bupati Suhaidi merasa sangat geram melihat tingkah laku pejabat Gayo Lues lantaran pejabat setingkat Eselon II dan III ada yang tidak pernah datang ke posko pascabanjir untuk membantu pengungsi. Begitu juga dengan pejabat yang datang ke posko seperti bergaya-gaya tanpa bekerja membantu mengantar logistik ataupun yang lainnya.
Tindakan Bupati Gayo Lues itu muncul dalam rapat terbuka dengan Kepala SKPK setelah Wabup Maliki berulang kali memohon kepada pejabat agar sama-sama bekerja meringankan beban masyarakat terdampak banjir dan longsor.
“Sekali lagi, kami memohon kepada SKPK membawa kendaraan dinas ke pendopo supaya bisa mengantar logistik pengungsi. Kalaulah ada mobil yang bisa dirental, kami sudah rental. Tolonglah bantu masyarakat. Mari sama-sama kita gunakan hati nurani kita sebagai manusia,” kata Wabup Maliki.
Wabup Maliki juga megucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, tim Blutax, dan trail yang telah membantu mengantar logistik ke sejumlah lokasi terdampak banjir.[]





