BLANGKEJEREN – Tim Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues akan menggelar rapat untuk memberikan Bantuan Langsung Bersyarat (BLB) kepada masyarakat terdampak Covid-19. Hal itu dilakukan Pemda supaya masyarakat tetap bisa berusaha di tengah wabah Covid-19.
Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru, Selasa, 28 April 2020, mengatakan masalah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) belum usai di kabupaten ini. Meskipun tidak ada lagi yang terjangkit Covid-19, tapi dampak ekonomi tetap dirasakan masyarakat lantaran kota Medan sudah menutup aksesnya.
“Kita sedang mencari solusi, jika Medan benar-benar menutup akses, maka BUMK dan BUMD harus bisa menampung hasil pertanian masyarakat, itupun dengan ketentuan-ketentuan, seperti jika harga cabai di bawah Rp10 ribu sekilo, maka BUMK dan BUMD yang akan menampung dengan harga Rp10 ribu per kg,” kata Amru di Blangkejeren.
Mengenai regulasi masalah itu, Pemda Gayo Lues akan melakukan rapat dengan tim teknis, mulai dari membahas hasil pertanian hingga tata cara memberikan bantuan kepada masyarakat secara umum, baik bantuan pertanian hingga sembako yang dibutuhnkan masyarakat.
“Dalam minggu ini kami akan menggelar rapat, tentu saja kita tidak inggin masyarakat kelaparan, namun harus dibijaki dengan cara memberikan Bantuan Langsung Bersyarat, Insya Allah semua warga Gayo Lues akan mendapat bantuan,” jelasnya.
BLB yang direncanakan akan diberikan kepada masyarakat, kata Bupati Amru, seperti mulsa plastik untuk petani bawang dan cabai, bantuan benih padi bagi petani sawah, dan bantuan lain semacamnya supaya masyarakat tetap bisa berusaha di tengah wabah Covid-19.[]


