TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan H. T. Sama Indra menghadiri acara kenduri Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 19 Rabiul Awal 1438 Hijriah yang digelar pengurus Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) di Kantor Perti, Jalan T. Ben Mahmud, Tapaktuan, Senin, 19 Desember 2016.
Dalam rombongan pejabat Pemkab Aceh Selatan juga tampak Sekretaris daerah (Sekda) H. Nasjuddin, Staf Ahli Bupati Mualimin, Asisten Perekonomian Zaini Bakri, Asisten Administrasi Said Azhar, para Kepala SKPK dan dua anggota DPRK Aceh Selatan Tgk. Adi Zulmawar dan Armia Majid.
Acara kenduri maulid dihadiri sejumlah ulama pimpinan pesantren dalam Kabupaten Aceh Selatan ini diawali zikir dan shalawat kepada Nabi Besar Muhammad SAW oleh Jama`ah Zikir Desa Rantau Benuang dan Desa Padang Ketek, Kecamatan Kluet Selatan.
Lantunan zikir dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW menggema sejak pagi hingga siang hari. Setelah zikir dan shalawat, acara dilanjutkan tausiah oleh Tgk. Khairudin asal Bakongan di hadapan Bupati T. Sama Indra dan sejumlah pejabat Pemkab serta para ulama.
Setelah itu, acara dilanjutkan makan kenduri bersama dari hidangan disediakan panitia dan juga disumbangkan SKPK di jajaran Pemkab Aceh Selatan.
Sesuai tradisi maulid, hidangan yang disediakan dalam jumlah banyak tersebut selain dinikmati bersama di lokasi acara, sisanya dibawa pulang ke rumah. Langkah itu merupakan bagian dari menghargai pemberian atau sedekah orang yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara itu.
Ketua Perti yang juga Kadis Syariat Islam Aceh Selatan H. M. Rasyid didampingi sekretarisnya Yahya Azmar mengatakan kenduri maulid Nabi Muhammad SAW tersebut rutin digelar setiap tahun.
Ini bagian dari partisipasi kami anggota Perti dengan didukung pejabat Pemkab dan beberapa kalangan masyarakat untuk memeriahkan peringatan bulan lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW di atas muka bumi ini. Melalui kenduri dan zikir serta shalawat yang dipanjatkan tersebut, kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang mengirim seorang tokoh tauladan yang membawa ajaran Islam, sehingga mampu mengubah pola pikir masyarakat dari zaman jahiliyah ke zaman modern seperti kita rasakan sekarang ini, ujar Rasyid.[]
Laporan Hendrik



