SIGLI – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, mengatakan untuk memperjuangkan penegerian Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Kabupaten Pidie dengan apapun resikonya.
Komitmen Bupati Sarjani untuk melahirkan Perguruan Tinggi Negeri di Kabupaten Pidie acap kali dilontarkan dalam setiap pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat.
Kami terus memperjuangkan agar Unigha berubah status dari Penguruan Tinggi Swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri dengan apapun resikonya, kata Sarjani kepada portalsatu.com, pekan lalu.
Menurut Sarjani, saat ini prosesnya terus dilakukan, termasuk langkah advokasi penyerahan aset dari Yayasan Pembangunan Jabal Ghafur kepada Pemerintah Kabupaten Pidie.
Kita serahkan semuanya kepada tim percepatan penegerian Unigha yang telah kita bentu, jelas Bupati Pidie yang kembali diusung Partai Aceh dalam Pilkada tahun 2017 mendatang.
Upaya Penegerian Unigha oleh Bupati mendapat sambutan dari sejumlah kalangan, di antaranya kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Pidie.
Ketua Fraksi Partai Aceh, Tgk Jailani (Atok), bahkan dirinya mengaku Unigha dibangun dengan sumbangan rakyat pada awal pembangunan ditahun 80-an.
Saya saat itu sebagai Keuchik di Gampong Ulee Tutue Kemukiman Keulibeuet. Kami ikut menyumbang untuk membangun kampus Unigha, terangnya kepada portalsatu.com.
Dia mengaku sangat sedih dengan kondisi Unigha saat ini terkatung katung dan dimanfaatkan demi kepentingan sekolompok orang.
Kami sangat mendukung upaya Bupati untuk menegerikan Unigha, kata Atok.[]




