MEULABOH – Pelajar dari pemukiman Ranto Panjang, Kecamatan Mereubo, Kabupaten Aceh Barat menyampaikan kesulitannya ke sekolah karena armada bus sekolah sudah sebulan terakhir tidak beroperasi.

Anisa, salah seorang keluarga siswi SMAN 2, di Meulaboh, Senin, 29 Februari 2016, mengatakan, akibat tidak beroperasinya bus sekolah menjemput, anak mereka terpaksa libur sekolah karena tidak ada kendaraan lain yang dapat diharapkan.

“Saya tidak tahu kenapa sudah hampir satu bulan ini bus sekolah sudah tidak masuk menjemput anak sekolah, kalau yang ada kendaraan pribadi mungkin bisa ke sekolah, seperti kami yang tidak punya bagaimana,” keluhnya.

Selama ini anaknya Nurkhaida yang sekolah di SMAN 2 Meulaboh berjarak tempuh lebih 20 kilometer hanya bergantung pada bus sekolah disediakan pemerintah, namun ketika mobil Damri tidak menjemput maka pelajar setempat tidak bisa sekolah.

Selain itu kesulitan dialami setiap hari oleh pelajar dari kawasan setempat saat pulang sekolah juga tidak ada mobil bus yang masuk, sehingga anak-anak mereka harus mencari tumpangan kepada setiap orang yang lewat, ataupun pulang jalan kaki.

“Kalau berangkat anak kami mencari tumpangan ke sana sini, bila ada yang baik hati memberi tumpangan dengan kendaraan roda dua bisalah ke sekolah. Lebih capek lagi nanti saat pulang bus dari sekolah hanya sampai di simpang Meureubo,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Sekretariatan pengurus bus sekolah pada Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi (Dishubtel) Aceh Barat Edi Muliya menyampaikan, memang benar hampir sebulan ini bus sekolah tidak beroperasi pada trayek tersebut karena mobil dalam kondisi rusak.

“Busnya memang kondisi saat ini sedang rusak dan masih diperbaiki di bengkel. Kalau sudah siap besok mungkin mobil Damri yang itu bisa mengambil lagi trayek ke mukim Ranto Panjang,” sebutnya.

Edi Muliya menjelaskan, kondisi mobil bus yang mengantar jemput anak sekolah Aceh Barat hampir sebagian sudah berusia tua dan sudah diragukan kelayakannya, meskipun ada sejumlah armada bus baru, namun ditempatkan untuk rute lain.

Secara ketentuan dan trayek yang telah diberikan, untuk setiap bus sekolah tidak ada kendala pemindahan atau penghentian, hanya saja kendala seperti yang terjadi di Kecamatan Meureubo merupakan gejala teknis, yakni karena mobil rusak.

Dia memastikan, mobil trayek mukim Ranto Panjang segera selesai diperbaiki, karena memang bus sekolah sudah menjadi kebutuhan dasar bagi pelajar dari kawasan setempat untuk menuju sekolah mereka di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan.

“Hari ini masih diperbaiki, kalau sudah siap nanti langsung beroperasi kembali, apakah besok atau lusa. Kalau untuk mobil bus baru yang sudah dioperasikan itu sudah ada trayek sendiri dan tidak mungkin diubah,” katanya menambahkan.[] sumber: antaranews.com