JAKARTA – Bank Indonesia melalui rilis No.22/84/DKom, Jumat, 6 November 2020 melaporkan bahwa cadangan devisa Indonesia menurun dari 135,2 miliar dolar AS pada September 2020 turun menjadi 133,7 miliar dolar AS pada akhir Oktober 2020.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko menjelaskan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,7 bulan impor atau 9,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” jelasnya.
Onny menambahkan, penurunan cadangan devisa pada Oktober 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meski demikian, Onny mengatakan cadangan devisa tersebut tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.
Sebelumnya cadangan devisa Indonesia juga menurun pada September 2020 dari 135,2 miliar dollar AS, menurun 1,8 miliar dollar AS dibanding posisi akhir Agustus 2020 yang sebesar 137,0 miliar dollar AS. [rilis/*]


