JAKARTA- Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Junanto Herdiawan melalui rilis Bank Indonesia No.21/71/DKom menjelaskan, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2019 sebesar 124,3 miliar dolar AS, ebih rendah dari posisi akhir Agustus yang tercatat senilai 126,4 miliar dolar AS.
Meski mengalami penurunan, Junanto menilai cadangan devisa Indonesia masih cukup tinggi. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Penurunan cadangan devisa pada September 2019 tersebut terutama dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri Pemerintah dan berkurangnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik,” jelasnya.[](rilis)


