LHOKSEUMAWE – Anggota DPR Aceh, Azhari Cage, menilai Pemerintah Aceh tidak serius membantu menjaga aset asrama mahasiswa di Yogyakarta. Hal ini disampaikan Cage usai mendengar keluhan perwakilan mahasiswa Aceh penghuni Asrama Jogya, di sebuah kafe di Banda Aceh, Kamis, 12 Oktober 2017 malam.
“Selama ini mahasiswa merasa berjuang sendiri mempertahan asrama,” kata Cage kepada portalsatu.com via selular.
Cage mengutip pengakuan mahasiswa, mengatakan pihak asrama tidak mendapat pendampingan dari perwakilan Pemerintah Aceh atau Biro Hukum sebelum adanya putusan dari Pengadilan Tinggi Jogjakarta, yang mengabulkan upaya banding mereka pada 12 September. Ini menyimpulkan ketidakpedulian pemerintah Aceh terhadap aset tersebut.
“Padahal asrama Meuligoe Iskandar Muda di Jalan Poncowinatan Nomor 6, Jetis, Yogyakarta itu adalah aset pemerintah yang harus dipertahankan,” kata Cage.
Politisi Partai Aceh itu, menduga setelah banding dimenangkan oleh mahasiswa, akan ada langkah hukum yang akan dilakukan penggugat Suryajaya yaitu upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Dia khawatir, gugatan hukum di MA bisa dimenangkan pihak penggugat bila tidak dibantu pemerintah.
“Kali ini Pemerintah Aceh melalui Biro Hukum dan aset harus turun tangan, jangan sampai mahasiswa berjuang sendiri. Selama ini asrama Aceh menjadi rumah bagi mahasiswa kita yang kurang mampu. Terus terang saya khawatir, bila asrama diambil orang, mereka mau tinggal dimana, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk sekedar mencari kos-kosan,” katanya lagi.
Cage mengaku akan melakukan pertemuan dengan Biro Hukum dalam waktu dekat. Pertemuan ini dimaksud untuk membicarakan kemungkian adanya proses hukum dari penggugat.[]



