LHOKSEUMAWE – Siang itu terasa berbeda dari hari biasanya, teriknya matahari tidak menyulutkan semangat para relawan yang tergabung dalam Komunitas Relawan TurunTangan Lhokseumawe menggalang dana untuk korban musibah gempa di Kabupaten Pidie Jaya.
Komunitas TurunTangan Lhokseumawe menggalang dana dengan cara yang berbeda dari biasanya. Siang itu, 9 Desember 2016, selepas salat Jumat bersama para relawan menggalang dana dengan menjual pudding yang harapannya seluruh hasil penjualan dan keuntungan akan diserahkan langsung ke korban gempa Pidie Jaya.
Galang dana kreatif ini diprakarsai para relawan TurunTangan Lhokseumawe itu sendiri. Ikramul Hadi selaku penanggung jawab project Lhokseumawe Berbagi Kabupaten Pidie Jaya mengatakan, kegiatan ini sangat luar biasa bermamfaat, tidak hanya untuk Pidie Jaya, akan tetapi untuk relawan mereka sendiri yang basisnya mahasiswa dan pekerja.
Menurutnya, penjualan puding ini baru pertama dilaksanakan bada salat Jumat di salah satu masjid di wilayah kota Lhokseumawe.
Koordinator umum TurunTangan Lhokseumawe, Heru Tesar Ichsan menjelaskan, dirinya sangat bangga atas semangat dan kemauan relawan yang harus dan layak diapresiasi.
“Mereka siang malam saling bergantian untuk menunaikan kewajiban mereka sebagai generasi penerus bangsa. Semoga ke depan Komunitas Relawan TurunTangan Lhokseumawe dapat berkembang dan berjalan dengan semangat kolaborasi untuk kemajuan negeri,” kata Heru Tesar Ichsan, dalam siaran pers.
Komunitas Relawan TurunTangan Lhokseumawe adalah komunitas yang berbasis kerelawanan yang kegiatannya tertuju langsung pada masyarakat membutuhkan.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan TurunTangan bidang pendidikan, sosial dan lingkungan. Musibah gempa di Pidie Jaya telah membuat seluruh dunia kembali memperhatikan Aceh.
12 tahun silam Aceh pernah diterpa gempa dan tsunami Aceh yang merengut ratusan ribu jiwa meninggal dunia dan kehilangan tempat tinggal mereka.[]



