Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaNewsCara Warga Aceh...

Cara Warga Aceh Timur Mengenang Tragedi Arakundo

IDI RAYEK – Warga Aceh Timur mengenang 17 tahun tragedi Arakundo melalui zikir akbar yang digelar di lapangan Seneubok, Rabu, 3 Februari 2016. Kegiatan yang dimotori oleh Ikatan Pelajar dan Pemuda Aceh Timur (IPPAT) berlangsung pukul 16.00 WIB.

Zikir akbar dipimpin langsung oleh Teungku Muhammad Riza Mahyeddin dari Majelis Zikrullah Samalanga. Kegiatan ini turut dihadiri oleh santri dari berbagai dayah yang ada di Aceh Timur.

Ketua IPPAT, Abdul Muthalib, mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif pemuda dan santri Aceh Timur. Dia berharap seluruh pemuda turut andil dalam berbagai kegiatan untuk Aceh Timur di masa mendatang. 

“Apalagi ini menyangkut masalah sejarah di kalangan masyarakat yang belum terhapus dan terselesaikan kasusnya,” ujar Abdul Muthalib.

Dia mengatakan, terlepas siapapun pelaku tragedi Arakundo, namun hal tersebut memerlukan perhatian khusus para penegak hukum dan Pemerintah Aceh. “Agar pertumpahan darah yang telah terjadi, tidak lagi kami rasa kepada  generasi pemuda lain ke depan,” katanya lagi.

Abdul Muthalib turut meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk memberi dukungan moril dan materil dalam berbagai rangkaian kegiatan positif yang dilaksanakan oleh pemuda. Apalagi, kata Thalib, jika program zikir akbar tersebut diteruskan ke setiap pelosok desa di Aceh Timur.

“Alangkah baiknya Pemda ke depan lebih memerhatikan hal-hal yang positif dilakukan pemuda. Begitu juga dengan tragedi Arakundo, kami pemuda tidak mampu memberikan apa-apa selain doa dan zikir. Ini yang menjadi hadiah kepada saudara kita yang telah tiada, mudah-mudahan zikir ini menjadi rutinitas di gampong-gampong nantinya,” kata Thalib.[](bna)

Baca juga: