BANDA ACEH – Mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Unsyiah, Mujibburahman, kembali menyedot perhatian netizens di Aceh. Jika sebelumnya pria berkacamata ini mengkritisi kebijakan Pemerintah Aceh, kali ini lulusan Ekonomi Pembangunan di Universitas Syiah Kuala ini menyasar perjuangan Gerakan Aceh Merdeka pasca damai. 

Ada 14 poin yang ditulis Mujibburahman dalam catatan untuk GAM dan diposting di akun Facebook miliknya, Senin, 4 Desember 2017 tersebut. Dia turut membubuhkan judul kontras yang mewakili isi keseluruhan dalam catatan itu. “Catatan untuk GAM= Gagalnya Aceh Merdeka.” 

Hingga pukul 11.47 WIB, postingan yang diunggah Mujibburahman ini telah mendapat 110 like dan belasan komentar. Salah satu komentar bahkan datang dari Habib Johan Makmôr, tokoh di balik layar kemenangan Irwandi Yusuf di Pilkada 2017 lalu.

Dalam catatan tersebut, Mujibburahman lebih menitikberatkan perjuangan Aceh yang kembali gagal “melawan Republik yang sampai saat ini masih “kurang ajar”. Berikut isi lengkap catatan Mujibburahman tentang Gagalnya Aceh Merdeka yang portalsatu.com/ kutip setelah mendapat persetujuan dari si pemilik akun:

Catatan untuk GAM = Gagalnya Aceh Merdeka.

1. Saya lebih sepakat menyebut GAM gagal total. Mimpi menjadikan Aceh merdeka dari kolonialisme Republik Jakarta harus dikubur sebelum kematiannya tiba.

2. Gagalnya GAM membuktikan bahwa idiologi yang dibawa dan dianut GAM begitu rapuh serapuh kerupuk mulieng yang menjadi ciri khas oleh oleh dari Kabupaten Pidie di mana tempat deklarasi GAM menjadi gerakan bersenjata yg resmi mengambil posisi strategis melawan Republik yg sampai saat ini masih “kurang ajar”.

3. Saya melahap buku karangan Husaini Hasan hanya dalam waktu 24 jam hanya karena rasa ingin tahu yg mendalam bagaimana sepak terjang GAM dari awal lahir sampai hampir punah (kalau tidak disebut sudah mati)

4. Sampai saat ini buku karya Ayah Husaini Hasan tersebut belum mendapat respon atau bantahan atas isi-isi yang terkandung di dalam nya. Kesimpulan sementara saya adalah bahwa seluruh isi buku tersebut adalah BENAR.

5. Dari awal perjuangan sebetulnya apa yang GAM perjuangkan sudah dalam posisi yang PATUT. Knp demikian? Republik memang telah menjadi penjajah baru bagi daerah-daerah pasca merdeka. Ekploitasi kekayaan daerah ke Jakarta merupakan salah satu bentuk terjajah dalam kemerdekaan. Aceh sebagai daerah yang kaya raya menjadi bulan bulanan Soekarno (si pro komunis).

6. Saya tidak paham bagaimana waktu itu rakyat Aceh bisa ditaklukkan dengan hanya menggerakkan bibir manis dan lidah Soekarno. Serapuh itukah pejuang-pejuang Aceh yang katanya Belanda saja gagal menaklukkan?. Apa sebetulnya magnet Soekarno sampai mampu mematahkan hati dan mencabik cabik naluri perjuangan Abu Daud Bereueh dkk? Gagal paham saya.

7. Kini tak ada lagi gelora perjuangan dalam jiwa bangsa Aceh. Model dan tipikal elit-elit GAM pun jauh panggang dari api. Mereka gagal meyakinkan rakyat Aceh mau dibawa kemana Aceh hari esok?

8. Lengkingan suara Teuku Umar dan lembutnya suara Cut Nyak Dhin dalam meyakinkan gelora perjuangan rakyat sehinga mengoyak barisan pertahanan Belanda tidak lagi menjadi mantra yg ampuh dalam perjuangan GAM.

9. Benar kata Husaini Hasan. Konflik dalam tubuh GAM sejak awal deklarasi menjadi api dalam sekam. Benar saja. Jakarta yang sudah paham betul tubuh GAM yg rapuh memainkan politik belah bambu. Jakarta memanfaatkan tokoh-tokoh yang bisa dibisik dan menyerang dan menginjak nginjak tokoh-tokoh radikal yg tak kenal kompromi.

10. Hasil perjuangan GAM yang tak jelas arah akhirnya kini bisa kita lihat bersama. Masalah demi masalah seperti tidak menjadi catatan bagi para sisa sisa “kombatan” GAM. Urusan bendera saja rumit serumitnya. Kayak anak SD diminta memecahkan rumus matematika Houlmozt. Janji jani manis Jakarta memberi kendaraan politik bagi GAM pada akhirnya juga gagal memberi garansi bagi sejahteranya rakyat. Konon sejahteranya para kombatan saja masih menjadi tanda tanya.

11. Dalam alam pikir saya yg terbatas ini kadang terlintas pikiran apa yg bikin GAM gagal total? Memang karakter perjuangan menjadi sumbu utama yg membakar masa depan GAM dan rakyat Aceh membangun negara bangsa seperti sedia kala saat kita bangga pada Iskandar Muda menjadi akar substansial.

12. Kenyataan pahit harus kita telan mentah mentah. Kini Aceh tak bisa lagi tegak sendiri mengurus dan menentukan masa depannya. Kontrol pembangunan Aceh saat ini tidak lah di Aceh melainkan di Jakarta. Remot Jakarta hidup 24 jam memonitor Aceh. Sudah lah GAM…. Jangan kalian hidupkan kembali pepesan kosong kemerdekaan yg pura pura itu kalau kalian sendiri belum selesai dengan diri kalian.

13. Biarlah kami generasi masa depan yang melukis kembali indahnya kemerdekaan itu. Lukisan (kalian) GAM sudah tak elok lagi kami pajang pada etalase rumah Aceh. Kalian telah tercatat sebagai generasi gagal yang mimpinya hanya berakhir di Kijang Innova. Hiburlah diri kalian dengan bendera kosong makna yang kalian banggakan. Perjuangan tidak sebendera itu kawan!!!!

14. Untuk para elit GAM termasuk gub Irwandi Yusuf yang juga mantan ahli propaganda GAM teruslah berselingkuh dan berpura pura serta seranjang dengan elit penjajah Jakarta. Hidupkan saja imajinasi kalian tentang kemerdekaan yang hanya kalian saja yang bisa mendefinisikannya. Yakinlah semakin kalian berpura pura dan belum selesai dengan diri kalian maka semakin buram dan rumit masa depan Aceh.

Jakarta, 4 Desember 2017
Sang Penakluk Kemustahilan.[]