LHOKSEUMAWE – Akibat cuaca ekstrem, gelombang tinggi dan angin kencang, proses pencarian Abdul Muthaleb, 35 tahun, warga Gampông Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe terpaksa harus dihentikan.

“Cuaca yang ekstrem, angin kencang dan gelombang tinggi telah menghambat gerak tim SAR dalam melanjutkan pencarian korban di tengah laut, ” kata Hasbullah, Sekretaris SAR Aceh Utara kepada portalsatu.com, Minggu, 30 Oktober 2016.

Hasbullah menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan pencarian di laut, meskipun untuk sementara waktu harus menghentikan pencarian akibat cuaca yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pencarian.

“Faktor cuaca yang disertai gelombang tinggi, angin kencang dan hujan sangat mempersulit tugas kami untuk melakukan pencarian terhadap jenazah Abdul Muthaleb,” sebut Hasbullah.

Hasbullah menambahkan pihaknya dan tim lain juga sudah melakukan pencarian korban sejauh 6,2 mil dari pesisir pantai. “Saat ini ada tiga spead boat yang kita kerahkan dan masih berada di laut,” tambah Hasbullah.

Baca: Terseret Saat Melepas Jaring, Abdul Muthaleb Hilang di Perairan Lhokseumawe

Abdul Muthaleb, 35 tahun, warga Gampông Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe terseret air laut di perairan Laga Batang, kecamatan setempat, Sabtu malam, 29 Oktober 2016.

Abdul Muthaleb yang berprofesi sebagai nelayan itu hendak pergi melaut dengan beberapa rekannya. Pada saat melempar jaring ke laut, tiba –tiba Abdul Muthaleb terjatuh dan terseret ombak.[]