BANDA ACEH – Kontes pilkada di Banda Aceh terbilang agak panas. Jelang penetapan paslon suasana persaingan mulai terlihat. Namun, seusai pemungutan suara kondisi pun kembali sejuk, setidaknya bagi politisi di Kota Banda Aceh.
Seperti diketahui, perebutan kursi Wali Kota Banda Aceh diwarnai oleh dua belah pihak: Illiza-Farid dan Aminullah-Zainal. Kedua tim sukses bahkan sempat adu argumen yang nyaris berujung bentrok fisik saat debat berlangsung live beberapa waktu lalu.
Kondisi tersebut kini berubah. Kubu Illiza-Farid malah mengucapkan selamat kepada rival politiknya, sementara kubu Aminullah-Zainal meminta maaf kepada tim petahana.
“Kami ucapkan terimakasih pada calon Wali Kota Banda Aceh nomor urut 1 dan segenap relawannya yang telah mengikuti pilkada dengan sangat sportif. Kami juga mohon maaf jika ada perkataan dan sikap kami yang kurang berkenan,” kata Koordinator Relawan Pemenangan Pusat Aminullah-Zainal, Mufied Alkamal, dalam konferensi pers yang diadakan di Posko Pemenangan Aminullah Usman-Zainal Arifin, Simpang Surabaya, Banda Aceh, Senin, 20 Februari 2017.
Ia mengatakan pihaknya tidak hanya mendukung dan memenangkan calon nomor urut 2 tersebut, tapi juga akan mengawal pemerintahan terpilih. Mereka juga tak segan-segan akan mengkritik wali kota dan wakil wali kota jika ada janji yang diabaikan.
“Kami siap membantu dan mengawal pemerintahan kota Banda Aceh ke depan di bawah pimpinan Aminullah Usman dan Zainal Arifin demi tercapainya visi misi Gemilang,” kata Mufied.
Saat ini, KIP belum mengumumkan secara resmi wali kota dan wakil wali kota Banda Aceh terpilih. Namun, dari berbagai survei, hitung cepat, hitung ril, serta amatan portalsatu.com, Aminullah Usman-Zainal Arifin mendulang suara terbanyak di Pilkada Banda Aceh. Pasangan ini bahkan berhasil mengumpulkan 50 persen suara dan mengungguli petahana Illiza-Farid.[]

