LHOKSEUMAWE – Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe mengalami penurunan permohonan pembuatan paspor baru untuk ke luar negeri menyusul adanya wabah virus corona. Namun, aktivitas pelayanan di kantor itu tetap berjalan seperti biasanya.
Hal itu disampaikan Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe, Bambang Triyono, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 18 Maret 2020. Ia mengatakan, pihaknya menindaklanjuti surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, dan Direktorat Jenderal Imigrasi, tetap melakukan aktivitas kantor seperti biasanya.
“Kita juga melakukan social distancing atau mengurangi kegiatan yang berupa keramaian, dan dengan pemohon pun dalam melayani pembuatan paspor, kita harus menggunakan sarung tangan maupun masker. Memang saat ini yang belum kita lakukan yaitu untuk pengecekan suhu tubuh menggunakan termometer, karena belum memiliki alat tersebut. Tapi nanti segera akan kita dapatkan itu,” kata Bambang Triyono.
Menurut Bambang, pemohon paspor mengalami penurunan secara drastis pada 16 Maret 2020. Memang sepekan sebelumnya sudah tampak menurun, tapi tidak seperti sekarang ini. Kata dia, jika dilihat pengurus atau pemohon paspor sejak dua hari lalu (Senin-Selasa) diperkirakan hanya terdapat 29 orang. Apabila dibandingkan sebelum terjadi virus corona pemohon paspor antara 50 sampai 60 orang dalam satu hari.
“Kondisi penurunan seperti ini mungkin ada pengaruhnya dengan imbauan pemerintah untuk lebih baik mengurangi aktivitas ke luar rumah dan menjaga kesehatan, dan ada juga mungkin kewaspadaan dari masyarakat itu sendiri. Belum lama ini pun tujuan para pemohon paspor untuk umrah lebih sedikit. Tapi dari kita memang tidak membatasi masyarakat atau pemohon untuk pengurusan paspor. Jadi, memang dengan sendirinya pemohon menjadi berkurang selama merebaknya virus corona tersebut,” ujar Bambang.[]


