SIMEULUE – Komandan Kodim 0115/Simeulue, Letkol Inf Marwan Supriyanto, S. Sos memimpin acara sidang parade Cata PK TNI AD Gel 1 TA 2016 yang berlangsung di Aula Makodim 0115/Simeulue, Kamis, 10 Maret 2016.
Proses penerimaan tersebut turut dihadiri tim Panitia Seleksi dari Kodam Iskandar Muda sebanyak 20 orang terdiri dari, tim seleksi jasmani, kesehatan dan administrasi. Hal ini membutuhkan penyelesaian dan pengamatan yang jeli yang tidak hanya dalam aspek akademi, tetapi juga aspek kepribadian dan kesempatan.
Tanggung jawab tersebut memerlukan moralitas, hati nurani dan profesionalitas untuk memilih dengan baik dan benar calon prajurit TNI AD.
Letkol Inf Marwan Supriyanto, S. Sos mengatakan, penerimaan Calon Tamtama TA 2016 sebanyak 69 orang pendaftar. Setelah melalui seleksi yang sangat ketat hanya terpilih 33 orang untuk mengikuti parade.
“Hasil parade dinyatakan lulus dan berhak mengikuti seleksi tingkat Pusat yang dilaksanakan di Rindam Mata Ie Banda Aceh sebanyak 20 orang,” katanya.
Ia mengatakan, diperlukan kecermatan dalam menilai calon sebagai kriteria pilihan utama dari panitia dalam merekrut prajurit. Khususnya putra asli daerah Kabupaten Simeulue tanpa mengabaikan persyaratan standar yang telah ditentukan. “Bukan hanya itu saja, melainkan diperlukan kecermatan dalam pelaksanaannya.”
Hal tersebut kata Dandim, dimaksudkan agar dikemudian hari tidak ditemukan prajurit yang sakit dalam mengikuti pendidikan maupun selama melaksanakan dinas di satuan, serta tidak ditemukan prajurit yang melakukan pelanggaran yang berdampak terhadap kewibawaan dan nama baik institusi TNI AD.
Dandim 0115/Simeulue menyatakan, sangat antusias sekali dari para pelamar untuk menjadi prajurit TNI-AD.
“Hal ini tentu mengindikasikan bahwa selama ini peran para Babinsa sebagai unjung tombak dalam pelaksanaan Program Teritorial dikewilayahan yang salah satunya adalah mensosialisasikan adanya penerimaan prajurit TNI-AD cukup berhasil dengan baik.”
Dandim menekankan kepada peserta, bahwa penerimaan ini tidak di pungut biaya apapun, selama melaksanakan tes, semuanya berlangsung bebas dari KKN. Karena hanya secara sukarela ingin mengabdikan dirinya menjadi prajurit Tamtama PK TNI AD.
Ia merincikan, melalui tahap pendaftaran, penelitian persyaratan, pemanggilan, pengujian dan pemilihan sampai diangkat menjadi prajurit siswa dan dididik dalam lembaga pendidikan TNI AD dan keberadaan panitia dalam pelaksanaan Parade, semuanya memiliki tanggung jawab yang berat.
“Tugas mereka merupakan suatu amanah dan kehormatan yang harus dapat dipertanggungjawabkan baik kepada TNI AD selaku institusi, maupun kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Dandim.[]




