BANDA ACEH – Inspektorat Kodam Iskandar Muda atau Irdam IM, Brigjen TNI Yudi Yulistyanto, M.A dijadwalkan untuk mengisi DRAH (diskusi sejarah) Mapesa perdana yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Ramadhan 1446 H atau 15 Maret 2025 pukul 16.30 WIB. Acara tersebut dilaksanakan di sekretariat bersama Mapesa – Pedir Museum jalan bahagia No. 47 Gampong Punge Blang Cut, kemukiman Pos Blang, kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh.

“DRAH ini merupakan kelanjutan dari program Diskusi Akhir Pekan, Majelis Ilmu Mapesa yang pernah diadakan beberapa tahun yang lalu di Kantor BPNB Gampong Mulia. Diskusi sejarah ini akan kami adakan bersamaan dengan buka puasa bersama para aktivis mapesa dan para undangan. Insya Allah Irdam IM, Bapak Brigjen TNI Yudi Yulistyanto, M.A akan menjadi salah seorang pemateri,” ujar Mizuar Mahdi; Ketua Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) yang menjabat semenjak 2015 silam.
Menurut Mizuar dipilihnya Irdam IM sebagai pemateri karena kecintaan beliau yang ikut serta langsung dalam pelestarian benda cagar budaya bersama Mapesa.
“Kesediaan Bapak Yudi Yulistyanto menjadi pemateri suatu kebahagiaan bagi kami.
Mengingat acara 15 Ramadhan 1446 H kami pilih sebagai momen untuk me-launching DRAH Mapesa yang kami gagas bersamaan dengan acara buka puasa bersama. Nantinya kegiatan ini akan kita laksanakan setiap bulan secara daring,” ujar Mizuar Mahdi yang kini tercatat sebagai Karyawan Mitsubishi Motor Banda Aceh.
Menurut Mizuar Mahdi Selain Irdam Iskandar Muda, Brigjen Yudi Yulistyanto; kajian sejarah itu juga akan menghadir ahli Epigrafi lulusan Al azhar Mesir, Ustad Taqiyuddin Muhammad sebagai Pemateri.
“Insya Allah acara diskusi sejarah ini juga akan menghadirkan peneliti sejarah dan Kebudayaan Islam Asia Tenggara alumnus universitas Al Azhar Kairo, Ustad Taqiyuddin Muhammad, Lc sebagai pemateri. Diskusi ini akan dipandu langsung oleh Direktur Pedir Museum, Masykur Syafruddin, S.Hum ” tutup Mizuar Mahdi.[]
Penulis: Muhajir Ibnu Marzuki,
Alumnus Sekolah Menulis Hamzah Fansuri
Mantan Ketua Umum Mapesa “Masyarakat Peduli Sejarah Aceh”.