TAKENGON – Komandan Kodim 0106/Aceh Tengah-Bener Meriah, Letkol Arm Ferry Ismail, S.Sos, mengimbau masyarakat agar tidak berkebun dengan cara membakar lahan. Dia juga berharap warga tidak membuang puntung rokok sembarangan di semak belukar, baik di kawasan hutan maupun kebun.
“Karena dapat merusak lingkungan dan ekosistem, termasuk menimbulkan wabah penyakit. Dan itu ada sanksi hukumnya,” ujar Letkol Arm Ferry, seperti rilisi yang dikirim Kodam IM, Minggu, 20 Maret 2016.
Hal tersebut kerap disampaikan Dandim 0106 kepada masyarakat, baik melalui Danramil di jajarannya maupun Babinsa yang ada di wilayah.
Dia terus menerus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar meskipun hal tersebut dinilai lebih cepat, mudah dan murah. Dia bahkan turut memerintahkan personel untuk memasang spanduk bertuliskan larangan membakar lahan hutan dalam bahasa Gayo.
Enti munyiut lahante urum utente ike gere mera mayo penjere (jangan membakar lahan kita dan hutan kita kalau tidak mau masuk penjara). Bagi pelaku pembakaran lahan dan hutan akan dikenakan sanksi hukum,” ujarnya.
Dia mengatakan aturan tersebut tercantum dalam pasal 78 ayat 3 UU No. 34 Tahun 1999, yaitu tentang kehutanan dengan ancaman pidana 15 tahun. Ia mengatakan imbauan tersebut memang sengaja dipasang agar masyarakat mematuhi dan tidak membakar lahan sembarangan.
Selain itu para Babinsa di jajaran Kodim 0106 juga rutin patroli untuk memeriksa potensi-potensi kebakaran hutan. Selain berpatroli, mereka juga sering menyosialisasikan kepada masyarakat terkait dampak dan sanski hukum yang membuka lahan dengan cara membakar hutan.
Menurutnya hal ini merupakan tanggung jawab berasama dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana. Guna mencegah kebakaran hutan, Dandim 0106 juga turut berkoordinasi dengan Polres Aceh Tengah dan Polres Bener Meriah, BPBD, serta pemadam kebakaran.
“Prajurit dan masyarakat harus saling bekerja sama dalam memantau hutan dan lahan kebun, jangan sampai ada oknum yang tidak bertangungjawab berani masuk untuk membakar hutan dan kebun dengan alasan apapun,” kata Letkol Arm Ferry Ismail.[](bna)



