TAKENGON – Dandim 0106/Ateng-BM Letkol Inf Didit Hari Prasetyo Putro bersama Pjs Pasi Teritorial Kapten Inf Bambang Suhartono, serta pihak terkait lainnya meninjau sekaligus memeriksa kesiapan Posko Serapan Gabah Petani (SERGAP) di Blangkolak, Aceh Tengah, Kamis, 9 Maret 2017.
Posko Sergap merupakan upaya mengoptimalkan program swasembada ketahanan pangan nasional yang bekerja sama dengan Bulog, dan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah.
Dengan adanya posko ini diharapkan penyerapan gabah atau beras dari petani oleh Bulog bisa sesuai target yang direncanakan, sehingga Indonesia tidak kekurangan beras. Bahkan Indonesia diharapkan bisa mengekspor beras dan masyarakat bisa menyukseskan program swasembada pangan ini.
Hal ini kata Letkol Didit, sesuai amanat Presiden Jokowi, bahwa Indonesia akan mengekspor beras ke lima negara tetangga.
Maka dari itu diharapkan Indonesia akan surplus beras, caranya adalah dengan memaksimalkan produksi dan penyerapan beras dari petani, tutur Letkol Inf Didit melalui siaran pers.
Posko ini berfungsi dan bertugas untuk mengoptimalkan penyerapan gabah atau beras oleh Bulog Sub Drive Aceh Tengah, guna mempertinggi stok pangan dan bertugas mengawal untuk mempermudah penyerapan gabah atau beras petani. Selain itu juga agar petani atau pihak lain berkoordinasi dengan Posko Sergap atau Babinsa untuk menjual gabah atau berasnya kepada Bulog.
Petani kata Didit, tidak perlu takut dengan persyaratan yang diberikan oleh Bulog terkait dengan kadar air gabah dan sebagainya karena gabah atau beras di luar kualitas harus diterima Bulog. Hal itu untuk mengantisipasi kondisi pertanian dengan cuara ekstrem dan hasil panen petani kemungkinan ada yang mengalami kerusakan.
Ini adalah tugas kita semua agar cadangan beras nasional terpenuhi. Maka kita terus berupaya mengingatkan seluruh mitra agar tugas dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dengan kesadaran tugas masing-masing maka target bisa tercapai. Mari kita sukseskan swasembada pangan ini untuk kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia, kata Dandim.[]



