BANDA ACEH Peserta Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) Jurnalisme Wisata lakukan simulasi pengambilan video, Rabu, 16 November 2016.
Simulasi pengambilan video dipantau langsung oleh Dandy Dwi Laksono, Jurnalis Ekspedisi Indonesia Biru. Sebelum dilaksanakannya simulasi pengambilan video, peserta telah diberikan materi mengenai video wisata yang juga disampaikan oleh Dandy.
Dalam simulasi ini, seluruh peserta dibagi menjadi tujuh kelompok kecil dengan anggota tiga orang, dan setiap kelompok ditugaskan untuk meliput lokasi wisata yang berbeda. Lokasi-lokasi yang dikunjungi untuk simulasi ini antara lain, Museum Tsunami Aceh, Rumoh Aceh, dan pantai Ule Lee.
Dandy menugaskan para peserta untuk mengeksplore isu-isu yang ada di lokasi wisata, bukan hanya tentang keindahan tempat wisata.
Jurnalisme wisata bukan untuk mempromosikan tempat wisata, tapi melihat apa yang salah dengan tempat wisata. Jadi kita melihat fakta-fakta tentang tempat wisata, ujarnya ketika memberikan materi video wisata, Selasa, 15 November 2016.
Materi video wisata yang telah berlangsung selama dua hari ini ditutup dengan evaluasi video dari simulasi yang telah dilakukan peserta. Selanjutnya Dandy selaku pemateri akan memberikan penilaian kepada setiap video.
Selain materi video wisata dari Dandy, peserta masih harus mengikuti materi selama dua hari ke depan. Materi selanjutnya yaitu, teknik penulisan naskah video wisata, dubbing, pengenalan aplikasi editing, serta teknik editing yang akan disampaikan oleh Davy Abdullah, wartawan TV.
Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional yang baru pertama kali diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) DETaK Universita Syiah Kuala (Unsyiah) ini mengambil tema Jurnalisme Wisata. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 14-19 November 2016.
Tujuan pelatihan jurnalistik tingkat lanjut ini adalah untuk merangkul pegiat pers mahasiswa seluruh Indonesia.
“Ini juga upaya kita dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan pegiat pers mahasiswa,” kata Masridho Rambey selaku Ketua Umum LPM DETaK Unsyiah.
Seluruh materi pelatihan akan selesai pada Kamis, 17 November 2016, selanjutnya peserta akan melakukan fill trip ke Sabang juga untuk melatih kemampuan videografi yang baru dipelajari.
Sebanyak 11 LPM turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, antara lain, Pijar USU, Vonis Padjajaran Bandung, Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang, Gagasan UIN Suska Riau, Garda Media USU, Genta Andalas, Ganto Padang, Patriotik Jambi, Sumber Post UIN Ar Raniry, serta Balairungpers UGM Yogjakarta.[]

