LHOKSEUMAWE – Pemerintah terus berupaya mendistribusikan bantuan logistik ke sejumlah daerah terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh. Pemulihan akses jalan yang terputus di beberapa titik akibat bencana, kini juga tengah dipacu pekerjaannya.
“Bantuan untuk masyarakat korban bencana alam berangsur optimal. Semua daerah yang terdampak sudah bisa distribusi logistik,” ujar Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, Rabu, 24 Desember 2025.
Danrem Ali Imran bersama rombongan meninjau kondisi terkini pembangunan jembatan bailey konveks di KM 57 Wih Pase, Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.
Danrem menjelaskan pada awal kejadian bencana, terdapat sejumlah titik akses putus akibat longsor. “(Saat itu) Warga pun terpaksa berjalan kaki untuk menjemput belanja dagangan rutin yang sudah tiba dari luar daerah,” ujarnya.
Menurut Danrem, meskipun bantuan untuk masyarakat terdampak terpenuhi, tetapi secara umum harga barang yang melonjak berimbas kepada warga tidak terdampak akibat para pemasok menjual dagangannya dengan harga tinggi.
“Keadaan di mana distribusi terganggu, sementara harga naik drastis meski dalam kondisi yang seharusnya stabil. Sehingga berimbas kepada warga tak terdampak bencana langsung, karena sulit memenuhi kebutuhan,” tuturnya.
Danrem juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menilai konten video di media sosial terkait kondisi pascabencana di Aceh.
“Negara kita Indonesia, ada TNI, Polri, dan Pemda di dalamnya, akan selalu hadir membantu rakyatnya. Khususnya masyarakat di Provinsi Aceh, mohon doanya,” imbuh Danrem.
“Kami terus berusaha keras demi rakyat,” pungkasnya.[]




