OSLO – Peringatan Maulidur Rasul dan Peringatan 12 tahun musibah Tsunami Aceh dilaksanakan warga Aceh di Norwegia, Senin 26 Desember 2016. Mereka membacakan doa untuk para syuhada tsunami dan para pejuang Aceh.

Berdasarkan rilis yang diterima portalsatu.com dari Ketua persatuan warga Aceh Norwegia, Tgk Bukhari Raden, Selasa, 27 Desember 2016, para warga Aceh di perantauan ikut merasakan duka yang dialami suadara – suadara pada musibah Tsunami 12 tahun lalu atau tepatnya 26 Desember 2016.

“Itu merupakan ujian Allah kepada hambanya. Kita semua harus iklas dan tetap dalam ketaqwaan terhadap sang pencipta Allah SWT. Bagi kita yang berada di perantauan hanya dapat mengirimkan doa dengan penuh iklas untuk para syuhada korban Tsunami mapun Syuhada yang berjuang mengangkat harjat dan martabat Aceh,” tulisnya.

Kegiatan perayaan Maulid dan mengenang musibah Tsunami Aceh digelar di Meunasah Aceh Norwegia yang telah dibangun sejak 2011 silam. Meunasah itu juga diguinakan sebagai tempat Ibadah shalat berjamaah, peringatan hari- hari besar Islam dan tempat bermusyawarah  untuk memelihara trdisi ke Acehan walau berada jauh dari tanah endatu.

Tgk. Razali Amin Garot elaku Bilai (Bilue) menerangkan, pada peringatan Maulid kali ini, juga diisi qasidah oleh grap nasid cilik dibawah pimpinan Rizka Zahra Azharuddin dan Tausiah oleh Tgk Muhmmad Daud Pusong yang terus mengingatkan kepada warga Aceh tetap dalam taqwa dan menjaga tradisi indatu meski berada di negeri orang.

“Indentitas Aceh selaku umat Islam harus benar – benar kita jaga dan pelihara dengan cara senantiasa menjalankan perintah Allah dan Rasulnya serta meninggalkan perbuatan keji dan mungkar yang dilarang Allah. Jika itu dapat dijaga, maka dimanapun kita berada Insya Alllah akan selamat dunia akhirat,” nasehat Tgk Daud.[]