28.7 C
Banda Aceh
Kamis, Februari 9, 2023

Kisah Yusri, Korban Tsunami Selamat di Pucuk Pohon Kelapa

SIGLI – Sudah 18 tahun berlalu musibah gempa dan tsunami yang melanda Aceh. Bahkan sebagian masyarakat mulai melupakan bencana alam dahsyat yang terjadi pada 26 Desember 2004 silam itu. Namun, tidak bagi Yusri Puteh (51 tahun), tukang becak yang sekarang menetap di Gampong Labui, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

Hingga saat ini masih terekam dalam ingatan Yusri peristiwa yang meluluhlantakkan persisir Aceh. Musibah itu juga telah memisahkan dirinya dengan anak semata wayang– saat itu baru berusia 4 bulan–karena terlepas dalam gendongannya hingga digulung air bah.

Ditemui portalsatu.com, Senin, 26 Desember 2022, di rumahnya, Yusri mengisahkan cerita pilu yang dialaminya bersama istri.

Kala itu, Yusri bersama istri, Isna Helmi (45), dan bayi perempuan masih berumur 4 bulan, tinggal di sebuah rumah kontrakan berukuran kecil di Gampong Bitai, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Bersama mereka juga ada adik ipar Yusri, Dini.

Pada Ahad, 26 Desember 2004 pagi, Yusri belum berangkat mengais rezeki sebagai tukang becak yang mangkal di kawasan Pasar Aceh. Padahal, biasanya pukul 07:00 WIB dirinya sudah stand by di lokasi tersebut.

“Hari itu kebetulan belum berangkat. Tepat pukul 08:00 WIB, terjadi gempa. Kami dan semua warga berhamburan keluar rumah karena takut tertimpa reruntuhan bangunan,” kisah Yusri.

Setelah gempa reda, lanjut pria yang kini bekerja mocok-mocok, mereka hendak masuk kembali ke rumah untuk membereskan barang-barang yang berserakan akibat gempa. Tiba-tiba dikejutkan kembali teriakan warga mengatakan “air laut naik, air laut naik”. Tanpa pikir panjang lagi Yusri memegang tangan istrinya sambil mengendong bayinya langsung keluar rumah. Namun, baru saja sampai ke jalan depan rumahnya, gelombang besar menghantam tubuhnya hingga hanyut.

“Saya tetap merangkul bayi dengan erat sambil mengenggam tangan istri. Sementara adik ipar saya sudah tidak kelihatan lagi karena terseret air. Airnya sangat tinggi, setinggi pokok kelapa. Saat terseret saya dapat meraih pucuk pohon kelapa dengan memegang nyiurnya. Saat meraih nyiur itulah anak dalam rangkulan saya lepas dalam derasnya air,” ungkap Yusri.

Yusri dan istrinya selamat di atas pohon kelapa hingga air surut. Setelah turun, mereka langsung berjalan ke Masjid Lanteumen, tapi karena belum merasa aman, khawatir air naik lagi, akhirnya mereka pergi dan berlindung di Masjid Seutui.

Keesokan harinya, baru Yusri dan istrinya pergi ke rumah sanak keluarga hingga akhirnya dijemput keluarga pulang ke kampung kelahirannya, Labui, Kecamatan Pidie.

“Semua harta saya, seperti becak, pakaian dan barang lainnya hilang tanpa bekas. Di kampung, saya mencoba menyambung hidup dengan bekerja apa saja asalkan halal,” kata Yusri.

Sejak musibah itu hingga kini, Yusri mengaku hanya sekali mendapat bantuan jatah hidup (jadup) sekitar Rp500 ribu saat dirinya sudah di Gampong Labui. Sedangkan bantuan lainnya termasuk rumah dan kebutuhan usaha tidak pernah dia terima.

“Memang data ada diminta oleh beberapa lembaga termasuk pemerintah, tapi bantuan tak pernah ada,” ucap Yusri.[](Zamahsari)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA POPULER

Terbaru

Edar Ganja, Seorang Kakek di Pidie Ditangkap Polisi

SIGLI - Seorang kakek berinisial B (60 tahun), warga Gampong Puuk, Kecamatan Delima, Kabupaten...

Normalisasi Sungai dan Drainase BPBD Pidie Kerahkan Enam Beko

SIGLI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie mengerahkan enam alat berat ekskavator (beko)...

Habibi Inseun: Partai Buruh Aceh Konsisten Perjuangkan Hak Para Buruh

"Partai Buruh lebih bertekad dan berharap dapat mengisi parlemen, mendapat amanat dari rakyat, petani,...

Menyoal Komitmen Partai Lokal Aceh

Menurut lansiran laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, (akses Januari 2023) KPU telah menetapkan...

LSM Desak Pemko Lhokseumawe Tes Urine Semua Pejabat, Jangan Hanya Tenaga Kontrak

LHOKSEUMAWE - Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh mempertanyakan kebijakan Pemko Lhokseumawe yang...

PKK Subulussalam Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Penanggalan Timur

SUBULUSSALAM - Tim Penggerak PKK Kota Subulussalam menyerahkan bantuan sembako, pakaian layak pakai dan...

Sepuluh Anggota PPS Pidie Diganti, Ini Alasan Ketua KIP

SIGLI - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie mengganti 10 anggota Panitia Pemungutan Suara...

Presiden Jokowi akan Kunjungi Aceh Utara, Korem Lilawangsa Gelar Apel Pasukan

LHOKSEUMAWE - Presiden RI, Joko Widodo, akan berkunjung ke Lhokseumawe dan Aceh Utara, Jumat,...

Tgk M Yunus Sambut Baik Pemberangkatan Umrah Melalui Bandara SIM

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Fraksi Partai Aceh, Tgk. M...

Rakor CSR, Pj Wali Kota Lhokseumawe: Janji-Janji, Realisasinya Mana?

LHOKSEUMAWE – Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, menunjukkan sikap tegas di hadapan perwakilan...

Ketua PKS Aceh: Semua Pihak Perlu Duduk Kembali, Rembuk UUPA

"Setahu saya, itu kan sudah disahkan oleh Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), tinggal, ya, kemudian...

MaTA Sorot Sejumlah Proyek APBN di Aceh Mangkrak, Bendungan Irigasi Hingga Rumah Susun Pesantren

BANDA ACEH – Masyarakat Transparasi Aceh (MaTA) menyoroti sejumlah proyek bersumber dari APBN tahun...

JASA Bireuen Nilai DPRA Bungkam Terkait Bendera Bintang Bulan

"Kami mempertanyakan, kami ingin DPRA memperjelas qanun bendera Aceh yang sudah disahkan oleh pemerintah...

Persaudaraan Aceh Seranto Sampaikan Dukacita Atas Gempa Turki

"Saya mewakili seluruh pengurus PAS Aceh meluangkan dukacita mendalam untuk korban gempa Turki dan...

PUPR Aceh Utara Paparkan Perjuangan Lahirnya Proyek Jembatan Sarah Raja, Balai Jalan Nasional Harus Tuntaskan

ACEH UTARA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara merespons terkait...

Pengulu Desa Lestari Dipanggil Kejari Gayo Lues, Ini Kasusnya

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gayo Lues memanggil Pengulu (Kepala Desa) Lestari atas...

Proyek Jembatan Gantung Sarah Raja-Sarah Gala Diduga Mangkrak

ACEH UTARA - Warga Dusun Sarah Raja, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh...

Anies Baswedan Disebut Utang Rp 50 Miliar ke Sandiaga Uno

JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...

Terima Pengurus IDI, Ketua DPRK Diskusikan Stunting di Banda Aceh

BANDA ACEH - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar,...

Tekan Inflasi, Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah 5 Hari Berturut-turut di 5 Lokasi

BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh terus melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan harga...