JANTHO – Dayah Insan Qur’ani Aceh Besar mengganding LPAI Aceh menggelar sosialisasi mencegah bullying, rokok dan LGBT.

Ketua LPAI Aceh, Marzuki Ahmad, SHI MH, mengatakan, bahwa program yang dilaksanakan atau digagas oleh Dayah Insan Qur’ani ini merupakan sebuah langkah positif untuk anak-anak kita untuk memberikan edukasi akan bahaya dari perundungan, rokok dan LGBT.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan MoU yang telah dilaksanakan oleh LPAI Pusat di Jakarta dengan Kementerian Agama RI. Bahwa penyelenggara pendidikan harus memberikan ruang bagi anak dalam berekspresi dan berinteraksi positif dengan teman sebaya sehingga terhindar dari hal-hal negative.

Kepala Madrasah Aliyah Dayah Insan Qur’ani, Irhami Razali, M. TESOL, mengatakan bahwa, kegiatan tersebut diapersiapkan untuk para santriwan dan santriwati yang difokuskan selama dua hari yang pematerinya diambil dari lembaga yang fokus bergerak di bidangnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Dayah Insan Qur’ani Sibreh Aceh Besar, Muhammad Firdaus, S. Hum, Dpl. Menurutnya, pesantren sudah berkomitmen untuk menjadi Dayah sebagai penyelenggara pendidikan formal dan informal Ramah terhadap anak.

Dalam kesempatan tersebut Ketua LPAI juga mengatakan supaya kegiatan yang sama ini juga bisa dilaksanakan di tempat-tempat lain baik dayah maupun sekolah yang menyelenggarakan boarding school.

Kata dia, pihaknya terus mendorong pihak pemerintah supaya terus bisa menyuarakan stop terhadap bullying, rokok, dan LGBT.

“Kasus perundungan ini ada sanksi hukumnya. Ketika Kasus semacam ini terjadi, dalam UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014. Di situ jelas sekali di pasal 54 mendatakan setiap anak itu tidak boleh mendapatkan kekerasan baik fisik maupun psikis. Jadi kita ingin menghadirkan generasi emas Indonesia yg berkarakter Islami dan cinta terhadap kerukunan,” ujar Marzuki Ahmad.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, LPAI mengirimkan dua narasumber yaitu M. Agmar Media, SHI, MH, C.MP Zakiyah Drazat, S. Tr, Ken.[]Rilis