SIGLI – Satu rumah, 11 bilik santri dan satu balai milik Dayah Najmussalam di Gampong Neuroek, Kecamatan Geulumpang Tiga, Kabupaten Pidie, ludes terbakar, Senin, 11 Juli 2016, sekira pukul 14.30 WIB.

Belum diketahui penyebab kebakaran di kompleks dayah itu. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil ditaksir mencapai Rp 200 juta. Saat musibah itu terjadi tidak ada seorang pun berada di lokasi, karena santri sedang libur Idul Fitri.

Pimpinan Dayah Najmussalam, Tgk. Samsul Bahri kepada portalsatu.com di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran. Karena, menurutnya, aliran listrik sudah diputuskan sejak bulan Ramadan lantaran tidak ada aktivitas di dayah.

“Belum diketahui dari mana asal api. Kalau dari arus listrik tidak mungkin, karena sejak libur Ramadan, arus listrik sudah diputuskan,” terang Tgk. Samsul yang mengaku memutuskan arus listrik ke dayah demi keamanan lantaran tidak ada penghuni.

Menurut Tgk. Samsul, saat kebakaran tadi, api begitu cepat membesar dan menghanguskan bilik dan kitab di dalamnya. Api berhasil dipadamkan setelah puluhan warga dan mobil pemadam kebakaran di lokasi satu jam setelah kejadian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi mengaku belum tahu penyebab kebakaran dayah yang memiliki 200 santri itu. “Kita selidiki penyebab kebakaran,” terangnya.[]