BANDA ACEH – Pengamat Politik dan Hukum Aceh, Erlanda Juliansyah Putra, S.H.,M.H. menilai debat kandidat merupakan ajang pertarungan gagasan dalam membangun Aceh kurun waktu 5 tahun mendatang. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Kamis, 22 Desember 2016 besok.

“Saya berharap masing-masing calon  bisa menampilkan performa terbaik dalam menjabarkan program kerjanya melalui debat ini. Debat ini sangat baik bagi masyarakat kita dalam menilai program kerja dari masing-masing calon gubernur dan wakil gubernur Aceh untuk 5 tahun mendatang, untuk itu para paslon harus all out dalam menyampaikan programnya,” ujar Erlanda, Rabu, 21 Desember 2016 malam.

Erlanda menilai, sampai saat ini masih ada beberapa persoalan yang harus dijawab oleh para calon gubernur Aceh ke depan. Mulai dari persoalan birokrasi pemerintahan yang belum mengedepankan sistem merit, persoalan ketersediaan lapangan pekerjaan, peningkatan ekonomi, pelayanan kesehatan, peningkatan mutu pendidikan, serta potensi unggulan daerah dan pembangunan yang berbasis di wilayah perdesaan dan  pedalaman. Semua hal ini, menurut Erlanda harus dijawab para pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh saat ini.

“Persoalan penegakkan hukum dan perbaikan mentalitas masyarakat yang mengedepankan spritualitas juga penting untuk dijabarkan besok,” katanya.

Erlanda menilai debat ini pasti akan sangat baik bagi masyarakat Aceh, karena ada nilai edukasi politik di dalamnya. Publik pun bisa menilai pilihannya.

“Dengan diadakannya debat kandidat besok, publik dapat menilai kualitas dan kemampuan dari masing-masing calon melalui program kerjanya,” katanya.[]