SIGLI – Setelah diumumkan penundaan debat publik kandidat Bupati-Wakil Bupati Pidie, ratusan pendukung Sarjani Abdullah-M. Iriawan mendatangi kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP), Selasa, 10 Januari 2017, sekitar pukul 15.00 WIB.

Kedatangan kader dan simpatisan Partai Aceh (PA) itu untuk mempertanyakan keputusan KIP Pidie tentang penundaan debat publik setelah salah satu pasangan calon walk out dari ruangan debat.

Delapan orang perwakilan PA dipimpin Kuasa Hukum Tim Pemenangan Sarjani-M. Iriawan, Said Safwatullah, S.H., diterima Ketua KIP Pidie Ridwan dan seluruh komisioner KIP. Sementara ratusan pendukung PA lainnya menunggu di luar kantor KIP.

Said Safwatullah menjelaskan, kedatangan mereka untuk mempertanyakan sikap tegas KIP Pidie terkait penundaan debat publik yang merupakan tahapan kampanye. Padahal, kata dia, kegiatan itu sedang berjalan pagi tadi, tetapi tiba-tiba KIP memutuskan penundaan debat publik. “Kita juga meminta surat atas penundaan debat dengan alasan yang jelas sebagai pegangan kami,” kata Said Safwatullah saat dialog dengan komisioner KIP.

Lukman, salah seorang perwakilan PA menanyakan dasar hukum yang dipakai KIP Pidie dalam menunda debat publik tersebut. “Dasar hukum apa yang digunakan KIP untuk menunda kegiatan yang sedang berjalan?”

Raja Singa, anggota tim PA lainnya menyesalkan sikap KIP Pidie yang meninggalkan para kandidat dan timnya di lokasi debat tanpa ada kabar apapun. Kata dia, pihaknya merasa tidak dihargai KIP selaku penyelenggara kegiatan itu.

Ketua KIP Pidie Ridwan mengatakan, pihaknya menunggu rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih).[]