BLANGKEJEREN – Kendati persiapan yang dilakukan panitia pelaksana Saman Massal jilid II dengan 10.001 penari sudah mencapai 70 persen, pemkab Gayo Lues tetap memutuskan membatalkan acara tersebut, karena dianggap sangat rawan konflik politik jelang pemilukada serentak.

Even akbar yang seharusnya digelar pada 24 November 2016 di Lapangan Seribu Bukit, Gayo Lues itu akan dijadwal kembali pada tahun 2017.

“Kita akan jadwal kembali, bisa jadi bertepatan dengan memeriahkan hari Ulang Tahun Kabupaten Gayo Lues pada bulan Maret 2017 mendatang,” kata Bupati Gayo Lues Ibnu Hasyim, Kamis 13 Oktober 2016 di Blangkejeren.

Menurut Ibnu Hasyim, memang semua persiapan sudah matang dilakukan termasuk mengkoordinir pemain saman hingga ke desa-desa, namun pihaknya sangat kuatir bila dilaksanakan pada 24 Oktober, konflik kepentingan dan konflik politik ditingkat Grassroad terjadi.

“Jadi kita pindahkan saja tahun depan bertepatan dengan ulang tahun Kabupaten Gayo Lues,” jelas Bupati Ibnu.

Saman Massal Jilid II dengan 10.001 penari dilaksanakan untuk memecahkan rekor Saman Jilid I yang berjumlah 5057 orang yang laksanakan pada tahun 2014 silam.[]