Presiden Tanzania John Magufuli akan memotong gaji pegawai negeri senior hingga hampir dua pertiga dari gaji mereka sekarang.
Kepada para pendukungnya di Kota kelahirannya, Chato, dia mengatakan kondisi saat ini cukup memalukan karena sebagian pejabat tinggi PNS bergaji USD 18000 (Rp 236 juta) sedangkan sebagian yang lain hanya digaji USD 140 (Rp 1,8 juta).
“Pegawai yang tidak siap dengan gaji USD 7000 (Rp 91 juta) per bulan, harus mulai cari pekerjaan lain,” kata dia, seperti dilansir BBC, Kamis (31/3).
Selain memotong gaji, Magufuli juga mengatakan akan mengurangi pengeluaran tidak penting dari kantor kepresidenan.
Dia mengatakan pemotongan itu akan diberlakukan mulai 1 Juli mendatang dan pegawai negeri junior juga akan dinaikkan gajinya.
Dalam pidato di hadapan pendukungnya dia menuturkan akan menurunkan pajak penghasilan dari 11 persen menjadi 9 persen.
“Memang benar kita ingin memungut pajak, tapi kita juga harus pahami berapa gaji yang diperoleh kelas pekerja,” kata dia.
Selasa lalu pemerintah Amerika Serikat membatalkan bantuan sebesar USD 472 juta untuk pembangunan proyek listrik di Tanzania karena kasus penyelenggaraan pemilu di Zanzibar.
“Kita harus berdikari. Kerja keras supaya rakyat Tanzania tidak perlu lagi bergantung pada bantuan luar negeri,” ujar Magufuli.
Presiden yang baru menjabat Oktober tahun lalu itu juga sebelumnya pernah membatalkan acara perayaan hari kemerdekaan.[] Sumber: merdeka.com

