BANDA ACEH – Anggota dari Komisi I DPR Aceh Muhammad Tanwier Mahdi meminta Pemerintah Kota Subulussalam berkerja ektra untuk mengeluarkan desa-desa di daerah itu dari ketertinggalan. Karena selain banyak desa yang terlalu jauh dari pusat kota, insfratruktur jalan juga tidak baik.

“Subulussalam namanya saja kota, tetapi luasnya seperti kabupaten dan masih banyak desa-desa yang aksesnya sulit,” kata Tanwier Mahdi, anggota  DPR Aceh dari Daerah Pemilihan Subulussalam, Aceh Singkil, dan Aceh Selatan ketika dihubungi portalsatu.com di Banda Aceh, Sabtu, 7 Mei 2016.

Tanwier mengatakan itu menyikapi berita dilansir media ini tentang kondisi jalan berlumpur di Kecamataan Longkip, Subulussalam. Pasalnya, dampak masih sulit mengakses jalan berpengaruh pada pelayanan publik seperti persoalan kesehatan dan lainnya. (Baca: Derita Warga Longkib, Kalau Sakit Tak Bisa Dijemput Ambulans)

“Kota Subulussalam mungkin satu-satunya kota terluas di Aceh, makanya pemerintah harus fokus pada pembangunan daerah tertinggal, jangan hanya fokus di daerah kota saja,” kata Tanwier.

Tanwier mendorong pemerintah kota itu untuk memberi perhatian khusus kepada daerah-daerah tertinggal melalui dana otsus yang dikelola langsung oleh kabupaten/kota.

“Jalan-jalan yang menghambat akses di desa seperti Longkib memang tanggung jawab kabupaten,” katanya.

Selain itu, kata Tanwier, pemerintah juga harus aktif untuk mengatasi persoalan seperti transportasi kesehatan. Jika ambulans yang ada tidak dapat digunakan karena kondisi jalan, maka harus disiapkan kendaraan yang memungkinkan, seperti double cabin.

“Perlu dicari solusi untuk dapat lebih mudah memberi solusi pada daerah-daerah tertinggal,” ujar Tanwier.[]