BANDA ACEH – Anggota Komisi C DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T., mengaku masih menemukan sejumlah kendaraan yang parkir di jalur Trans Koetaradja.

Irwanyah menjelaskan, selain mengganggu jalur Trans Koetaradja, parkir sembarang juga berpotensi menimbulkan kemacetan lantaran bus berbadan lebar tersebut harus mengambil jalur kendaraan umum lainnya.

Irwansyah meminta dinas terkait untuk memaksimalkan pengawasan dan penindakan bagi kendaraan yang parkir di tempat-tempat yang dilarang sesuai rambu-rambu telah dipasang. Seperti rambu-rambu dilarang parkir maupun rambu-rambu jalur Trans Koetaradja.

“Dinas Perhubungan harus mengambil langkah tegas agar jalur Trans Koetaradja tidak terhambat dengan parkir-parkir sembarang itu,” ujar Irwansyah melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Sabtu, 14 Mei 2016.

Irwan mengatakan, jika jalur Trans Koetaradja tidak disterilkan, dikhawatirkan solusi untuk mengurangi kemacetan justru akan menambah kemacetan baru. Kata Irwan, memang sedikit kesulitan bagi Pemko Banda Aceh karena Trans Koetaradja tidak memiliki jalur khusus, sehingga harus menggunakan jalur jalan yang sudah ada.

“Karena kalau tidak ditertibkan, selain membuat Trans Koetaradja harus mengambil jalur kenderaan lain, juga akan membuat warga yang lain ikut melanggar, karena dirasa pelanggar yang ada tidak ada tindakan apapun,” ujarnya.

Irwan berharap pemerintah melanjutkan komitmennya membuka jalur Trans Koetaradja pada tiga koridor lain yang telah direncanakan sebelumnya. “Kita berharap agar koridor lain, selain koridor Keudah-Darussalam segera diwujudkan,” tambahnya.

Ketua Fraksi PKS-Gerindra DPRK Banda Aceh itu juga mengapresiasi masyarakat yang telihat semakin antusias menggunakan bus bantuan Menteri Perhubungan itu. Namun Irwansyah berharap agar feeder bus (bus penghubung) untuk menjangkau ke halte Trans Koetaradja agar ditambah, sehingga warga dengan mudah bisa menjangkau halte-halte yang telah ditentukan.

“Kalau kita lihat pada jam-jam tertentu penumpang busnya dalam keadaan penuh, artinya memang selama ini warga butuh kendaraan angkutan massal ini,” katanya.

Irwansyah berharap kehadiran Trans Koetaradja bisa menjadi solusi kemacetan di Kota Banda Aceh yang semakin hari makin parah karena penambahan jumlah kendaraan yang belum mampu diimbangi penambahan ruas jalan. Ditambah lagi adanya sejumlah proyek pembangunan jalan seperti fly over Simpang Surabaya, under pass Beurawe serta pengerjaan jembatan Lamnyong dan jembatan Krueng Cut.

“Untuk saat ini memang dibutuhkan kesabaran dari seluruh masyarakat, karena setelah semua proyek besar itu selesai maka harapan kita kemacetan akan berkurang,” pungkasnya.[] (rel)