SUBULUSSALAM – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam meminta Inspektorat supaya menurunkan tim ke Kampung Sibuasan, Kecamatan Runding untuk melihat realisasi anggaran 2015 yang diduga terdapat beberapa program fiktif.
“Kami berharap inspektorat turun langsung ke Sibuasan, karena ada informasi warga di sana ada program fiktif,” kata anggota DPRK Jamasa Cibro saat melakukan pansus di Kantor Inspektorat, Selasa (6/9).
Permintaan itu disampaikan langsung oleh sejumlah anggota dewan kepada Sekretaris Inspektorat Subni, agar segera menindaklanjuti terkait permasalahan di desa tersebut. Hal ini untuk mengantisipasi agar anggaran desa tidak disalahgunakan oleh oknum kepala kampung.
“Turun lihat langsung, ada ada temuan lanjutkan kasus ini, jadikan barang contoh bahwa inspektorat itu betul-betul melakukan pengawasan,” kata Jamasa.
Koordinator Pansus Komisi A dan B, Hj Mariani Harahap mengatakan pihaknya sudah pernah turun ke Sibuasan setelah mendapat laporan warga terkait persoalan di kampung itu. Namun kepala desa yang bersangkutan tidak hadir dengan berbagai alasan.
Sekretaris Inspektorat Subni mengatakan pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait adanya program fiktif maupun persoalan lainnya di Kampung Sibuasan.
“Kami belum terima makanya belum pernah turun ke sana. Laporan ini akan ditindaklanjuti dengan menurunkan tim ke Sibuasan,” kata PPTK Suhaili saat mendampingi Subni.
Turut hadir dalam pertemuan ini yakni Syarizal Putra Chaniago, Rasumin, Sukariani, Salehati, H Lutan dan Rismanto Bancin serta Sekwan Lidin SH. Kehadiran anggota pansus ini untuk melihat realisasi program inspektorat.[]
Laporan Sudirman



