JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar harus mengusulkan kepada Pamerintah Aceh untuk membangun bendungan jaringan irigasi di beberapa lokasi di Aceh Besar. Bendungan itu untuk menampung air dan mengairi sawah agar tanaman padi tidak gagal panen saat musim kemarau.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Sulaiman, Senin, 27 Januari 2020, di Banda Aceh. 

Sulaiman menyebutkan, kemarau yang melanda Kabupaten Aceh Besar mengakibatkan hampir lima puluh persen tanaman padi petani terancam gagal panen. Pasalnya, air dari jaringan irigasi untuk dialiri ke areal sawah tidak mencukupi, sehingga padi yang berusia dua bulan kini terancam mati.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Saya memperkirakan, ketersedian beras di Aceh Besar untuk tahun ini pasti kurang (jika padi gagal panen akibat kemarau),” katanya.

Menurut Sulaiman, Pemerintah Aceh Besar belum siap menghadapi musim kemarau. Hal ini akan berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat petani apabila padinya gagal panen.

“Itu sebabnya, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Aceh Besar harus mencari solusi, supaya kondisi ini tidak terjadi berkelanjutan,” katanya.

Dia menjelaskan, di Aceh Besar ada beberapa lokasi layak untuk dibangun bendungan, seperti di kawasan Glee Jai, meliputi Jantho dan Seulimum. Kemudian di Kuta Malaka, kawasan Sibreh, dan beberapa lokasi lainnya. “Layak dibangun bendungan untuk menampung air ketika air berlimpah,” tutur Sulaiman.

Sulaiman menambahkan, kebutuhan air itu bukan untuk Aceh Besar saja, tetapi juga masyarakat Banda Aceh. Sebab suplai air untuk Banda Aceh melalui Aceh Besar. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh harus fokus membangun beberapa bendungan di Aceh Besar.

“Selain untuk mendongkrak sektor ekonomi melalui tanaman padi petani, juga sebagai penyumbang air bersih untuk Banda Aceh,” ucap Sulaiman.[]

Penulis: Khairul Anwar