TAKENGON – Anggota DPR Aceh, Bardan Sahidi, menyayangkan adanya korban dalam musibah angin puting beliung yang menimpa kawasan Bener Meriah, Selasa, 26 April 2016 kemarin. Menurutnya, jatuhnya korban jiwa ini juga disebabkan minimnya peringatan dini di Bener Meriah.
“Harusnya BMKG menyediakan pendeteksi cuaca. Jadi kala cuaca buruk langsung terdeteksi hingga jatuhnya korban jiwa dapat diwaspadai,” kata Bardan, di Takengon, Rabu, 27 April 2016.
Dia mengatakan sudah sepatutnya pemerintah melalui BMKG menyediakan pendeteksi cuaca di Bener Meriah. Apalagi di kabupaten tersebut sudah aktif Bandara Rembele sebagai alat transportasi udara di wilayah Gayo.
“Bayangkan saja kalau pesawat terbang, tapi gak tahu cuacanya. Ini akan berakibat fatal dan menimbulkan korban jiwa yang lebih banyak,” ujar politisi PKS tersebut.
Sebelumnya diberitakan, kawasan Bener Meriah diterjang angin puting beliung pada Selasa, 26 April 2016. Sejumlah bangunan pemerintahan dan rumah masyarakat porak poranda. Dalam musibah itum Muzaini, 32 tahun, wanita hamil tujuh bulan juga menjadi korban akibat tertimpa reruntuhan bangunan.Bagian kepala dan wajah korban sobek dan terpaksa dirawat secara intensif di RSU Bener Meriah.[](bna)


