BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir di Kabupaten Aceh Selatan masih terjadi hingga ratusan rumah warga terendam, Senin, 17 Desember 2018, sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek, dalam keterangannya diterima portalsatu.com/, Senin siang, mengatakan, banjir tersebut akibat meluapnya Sungai Gelombang di Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, yang salah satunya bermuara ke Kecamatan Trumon Timur, Trumon Tengah dan Trumon, Aceh Selatan. Mulanya, banjir di beberapa titik di wilayah Trumon Raya dengan ketinggian air 25 sampai 60 centimeter. Namun, perkembangan terbaru air semakin meningkat mencapai 2 – 3 meter.

Dadek merincikan, banjir merendam beberapa gampong yakni Seuneubok Pusaka, Titi Poben, Kecamatan Trumon Timur, Gampong Lhok Raya, Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, dan Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan.

Dampak dari banjir tersebut, lanjut Dadek, sebanyak 25 rumah warga di Gampong Seuneubok Pusaka dan 10 unit di Gampong Titi Poben, Kecamatan Trumon Timur, direndam banjir. Selanjutnya, 100 rumah di Gampong Lhok Raya, 150 unit di Gampong Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah. Total sementara 285 rumah ditempati 338 KK atau 1.267 jiwa dari beberapa gampong  tersebut terdampak banjir.

Dadek menyebutkan, lokasi pengungsi warga Gampong Lhok Raya dipusatkan di Kompi Datasemen B Brimob Trumon Tengah, sebanyak 65 KK 251 jiwa. Sebagian warga juga ada yang mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak terdampak banjir. Pengungsian warga Gampong Cot Bayu ditempatkan di Gampong Jambo Papeun sebanyak 14 KK 45 jiwa, dan warga Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon, mengungsi di Kantor Camat Lama Trumon sebanyak 15 KK atau 56 jiwa. Total pengungsi sementara sebanyak 104 KK atau 402 jiwa.

“Akan tetapi tidak ada korban jiwa dari bencana banjir tersebut. Tim gabungan BPBD Aceh Selatan, Satgas SAR, TNI, Polri, terus memantau ketinggian air dan menyediakan rubber boat di titik-titik lokasi banjir untuk mengevakuasi warga yang memang diperlukan untuk dievakuasi. Untuk dapur umum telah beroperasi serta melakukan penyaluran logistik ke tempat pengungsian warga,” kata Dadek.

Dadek mengungkapkan, kondisi terakhir di Gampong Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, ketinggian air semakin meningkat dengan kedalaman mencapai 2 – 3 meter. Akan tetapi, sebagian warga masih belum ingin dievakuasi dan bertahan di tempat yang lebih tinggi dalam wilayah gampong tersebut.

“Ketinggian air saat ini di beberapa lokasi banjir daerah itu bervariasi, seperti di Gampong Titi Poben dengan ketinggian antara 2 sampai 3 meter, di Gampong Cot Bayu mencapai 1,5 hingga 2 meter. Sementara di Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon, ketinggian air semakin meningkat mencapai 3 meter, dan warga sudah mulai dievakuasi untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi,” ujar Ahmad Dadek.[](rel)