LHOKSUKON – Dinas Kesehatan Aceh Utara menemukan 12 kasus dugaan gejala penyakit difteri yang tersebar di beberapa kecamatan. Rata-rata korban yang diduga mengalami gejala tersebut berusia antara 8 hingga 15 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr. Machrozal, Senin, 18 Desember 2017 menyebutkan, sejumlah titik itu meliputi Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kuta Makmur, Banda Baro, Langkahan, dan Dewantara. Sementara di Kecamatan Lhoksukon juga terdapat di kawasan Buket Hagu.
“Kita temukan ada 12 kasus suspek difteri, biasanya tertular melalui kontak langsung melalui ludah, batuk, dan bersin. Untuk gejala penyakit, demam, nyeri dan sakit tenggorokan. Namun sejauh ini, tidak ada korban dengan gejala difteri yang meninggal dunia,” ujar Machrozal.
Machrozal menyebutkan, ada beberapa sampel yang diambil dari pasien dan dikirim ke laboratorium, ternyata hasilnya negatif. Untuk mengantisipasi penyakit tersebut, Dinkes Aceh Utara melakukan sosialisasi dan penyuluhan ke gampong-gampong yang warganya mengalami gejala difteri.
“Setelah kita telusuri, rata-rata yang mengalami gejala difteri akibat saat usia dini tidak diimunisasi lengkap atau hanya sekali. Seharusnya diimunisasi sampai lengkap atau DPT HB. Kita imbau masyarakat agar menjaga kesehatan lingkungan dan kesehatan diri,” kata Machrozal. []


