BANDA ACEH — Grup Babahrot dari Aceh Utara batal tampil di ajang Aceh Musik Festiva yang berlangsung di AAC Dayan Dawood Unsyiah sejak petang tadi, Sabtu, 28 Oktober 2017. Dengan begitu jumlah grup yang tampil tersisa 13 grup dari berbagai daerah di Aceh.
“Mereka tidak bisa hadir karena ada sesuatu dan lain hal, itu yang mereka sampaikan. Jadi sementara ini tinggal 13 tim yang akan tampil sampai selesai,” ujar panitia Salman Alfarisi, kepada portalsatu.com.
Penampilan para peserta katanya berlangsung menarik, baik dari sisi alat maupun komposisinya. “Kita coba menggali untuk mengaransemen dari alat musik yang ada, dan terlihat menarik untuk dinikmati,” katanya.
Salman menambahkan, peserta dari Aceh Tengah membawa alat musik tradisi namun disajikan dengan cara kekinian. Hal ini memberikan daya tarik tersendiri.
“Banyak sekali alat musik tradisi yang mereka bawa, berupa teganing alat musik dari bambu, ada seruling, itu banyak dari wilayah Aceh Tengah,” katanya.
Awalnya kata Salman, saat pendaftaran dibuka pada September lalu, ada 14 grup yang mendaftar. Panitia lantas memberi waktu satu bulan untuk mereka membuat persiapan dan mengirimkan karyanya kepada panitia. Selanjutnya panitia menyeleksi dan hasilnya mereka semua berhak tampil di acara final.
“Malam ini ada penampilan yang sangat menarik, target festival ini untuk segmen anak muda, dipadu dalam konteks musik etnik yang menarik.”
Hadiah besar menanti pemenang. Uang Rp7 juta akan diberikan kepada juara satu, Rp6 juta untuk juara dua, dan Rp5 juta untuk juara tiga. Untuk tujuh nominasi terbaik juga akan mendapatkan uang pembinaan. Tiga musisi terbaik Aceh menjadi dewan juri yaitu Moritza Thaher, Erlinda, dan Ahmad Sya'i.
Amatan portalsatu.com, alat musik Gayo banyak ditampilkan peserta dalam ajang ini. Sebelumnya enam grup telah tampil sejak sore. Acara kembali dilanjutkan usai azan Isya.[]

