MEUREUDU – Rumah milik Ihsan, wartawan harian terbitan Medan, di Gampong Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, dijarah, Selasa, 23 Februari 2016, sekira pukul 02.00 Wib dini hari.
Sebuah laptop dan 2 unit telepon genggam serta sejumlah uang tunai menghilang. Saat kejadian, Ihsan bersama keluarga sedang terlelap tidur. Ia baru mengetahui kejadian itu ketika bangun pagi, sekitar pukul 07.00 Wib.
Saya terkejut, ketika bangun melihat laptop dan HP yang saya taruh di atas laptop di ruang tamu, tidak ada lagi di tempatnya, katanya kepada portalsatu.com, Rabu 24 Februari 2016.
Lalu, Ihsan menanyakan kepada istrinya yang sudah lebih dulu bangun, mungkin menurut Ihsan barang kerja dirinya itu dipindahkan istri ke tempat lain. Akan tetapi, istrinya mengaku tidak memindahkan, bahkan HP milik istrinya pun hilang.
Istri saya melihat dompet yang disimpan dalam lemari. Dompet berisikan uang belanja sebanyak Rp 1,5 juta luga hilang dibawa maling, katanya lagi.
Menurut Ihsan, pada malam nahas tersebut, dia sempat dibangunkan anaknya yang berusia 1,7 tahun dengan menangis karena sakit perut dan ingin buang air kecil, lalu dia membawa anak ke kamar mandi dan dikasih obat oleh istrinya.
Karena tidak curiga apa apa, sehabis dari kamar mandi dia melanjutkan tidurnya.
Mungkin, maling sudah mengintai gerak-gerik kami, sehingga ketika kami sedang terlelap, maling dengan leluasa mengambil barang- barang, kisahnya.
Ketika dua HP android tidak ada lagi di tempatnya, dia mencoba menghubungi nomor hp tersebut, keduanya masih aktif namun, setelah beberapa kali dihubungi nomor tidak aktif lagi.[]



