SIGLI – Ketua Partai Demokrat DPD Aceh yang juga Wakil Gubernur Aceh terpilih Nova Iriansyah mengatakan, pembangunan Aceh ke depan harus mewaspadai adanya 'penumpang gelap' karena dapat merusak konsep pembangunan yang sudah disepakati dalam Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang).
“Musrembang kerapkali dilakukan hanya untuk menjalankan perintah undang-undang, dan terbukti hasilnya dari musrembang kecamatan, dilanjutkan ke kabupaten/kota, dan provinsi, ketika dibawa pada Musrembang nasional tidak sesuai, bahkan seringkali copy paste. Di sana kerap ada penumpang gelapnya,” kata Nova Iriansyah di hadapan kader Demokrat Pidie, tokoh masyarakat, dan pemuda Pidie pada diskusi selepas tarawih di Horas Coffee, Jalan Banda Aceh-Medan, Pidie, Senin, 12 Juni 2017.
Untuk itu perlu ada acara lain yang dapat menggiring pembangunan yang lebih baik, dengan perencanaan khusus yang sesuai dengan perencanaan Aceh.
Penumpang gelap yang ia maksudkan adalah kegiatan yang tidak dibahas dalam Musrembang, namun tiba-tiba programnya ada dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA).
“Bila kita ridhai penumpang gelap ini, maka sama saja menghalalkan yang haram. Maka dari itu, pemerintahan Irwandi nanti akan dilakukan pemantauan langsung dari kebutuhan desa,” ujar Nova.
Untuk itu, Nova meminta masyarakat untuk sama-sama membangun Aceh yang lebih baik, memantau pembangunan, dan memberi kritikan sehat.
“Tidak cukup Irwandi-Nova dan SKPA saja yang berkerja. Perlu bersama-sama,” ujar Nova.[]



