SUBULUSSALAM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Simpang Kiri Kota Subulussalam pada tahun ini menerapkan Ujian Nasional Berbasis KOmputer (UNBK) karena fasilitas komputer di sekolah itu sudah memadai.
Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kota Subulussalam, Darusmi ,didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Cut Dewi, kemarin mengatakan, tahun ini hanya SMK N 1 Simpang Kiri yang menerapkan UNBK di Kota Subulussalam, sementara sekolah lain hanya ujian tulis seperti biasanya.
Lebih lanjut Cut Dewi menjelaskan, ada 21 sekolah tingkat SMA sederajat baik yang negeri maupun swasta di Subulussalam yang mengikuti UN. Namun yang sudah dipastikan bisa menerapkan sistem UNBK hanya SMK Simpang Kiri.
Ia mengatakan, idealnya satu sekolah baru bisa menggelar UNBK jika memiliki beberapa unit komputer atau separuh dari jumlah siswa yang mengikuti ujian. Misalnya, jika 100 siswa, maka komputer yang tersedia minimal 50 unit, sehingga sistem UNBK bisa dilakukan dua shift.
Disdikbudpora Kota Subulussalam juga akan menggelar sosialisasi UNBK dengan mengundang para kepala sekolah, sebelum pelaksanaan UN yang berlangsung 4-6 April untuk jenjang pendidikan SMA sederajat.
Di Subulussalam, terdapat 2.287 siswa yang akan mengikuti UN, dan 193 siswa di antaranya mengikuti UNBK, mereka berasal dari SMK Simpang Kiri.
“Sistem UNBK 2016 ini tergantung kesiapan daerah dalam melaksanakannya, jika komputer tersedia bisa dilakukan UNBK, namun jika tidak, ujian tulis seperti biasa saja,” ujar Cut Dewi.
Menurut Cut Dewi, sistem UNBK sekarang lebih baik dibandingkan UNBK sebelumnya, meski semua soal ujian dikirim dari pusat, namun kelulusan siswa ditentukan masing-masing yaitu dinas pendidikan setempat.
“Jika nanti hasilnya nilai UN rendah, siswa yang bersangkutan bisa langsung mendaftar masuk perguruan tinggi. Sehingga nilai rendah tidak menghambat seseorang untuk kuliah, karena pada bulan Oktober mendatang bisa kembali mengikuti ujian perubahan,” katanya.
Dengan sistem UNBK sekarang tambahnya, peluang bocor soal ujian hampir dipastikan tidak akan terjadi. Karena siswa diberi kesempatan mengikuti ujian perubahan jika ada nilai yang rendah.
Juga pelaksanaan UNBK tingkat SMP/MTsN dan SD se-Kota Subulussalam akan dilaksanakan pada Mei 2016, yang diikuti sebanyak 3.134 siswa dan jumlah siswa SD tahun ini berjumlah 2.029 orang.
“Yang ini sangat perlu diawasi nantinya semua pihak saat berlangsungnya UN di masing-masing sekolah agar kelulusan tahun ini bisa mencapai seratus persen dan juga kita harapkan kelulusan nantinya murni dari kemampuan siswa tidak boleh diajari saat berlangsungnya UN nanti,” katanya.[](ihn)
Laporan Wahda





